Semua tulisan dari Ahdati Warman

Seorang hamba yang acap khilaf dalam menjalani kehidupan ini, harus banyak mencari pegangan supaya tidak terseret dan terjatuh apalagi sampai hanyut dalam tipu daya dunia. Ini hanya sebuah wadah untuk berkarya menyalurkan isi hati dan berbagi dengan yang lain.

PUISI : RUAM

RUAM

Pagi ?
Mana mentari mu?
Mengapa masih sembunyi?
Bukalah matamu, lihat langkah ini menyusuri ruam perjalanan
Keluh kesah itu memagut dalam tidur
Membuai dalam kata
Meracuni dalam anggap
Bangunlah …
Sekedar menyapa, kamu baik-baik saja?
Tersenyumlah … Biar rembulanpun membuka diri kala gelap membungkus.
Langkah ini tak mungkin berhenti
Atau diam
Dan
Mati?

@W
19/03/20

PENTIGRAF: JUMAWA

JUMAWA

“Ada apa ini? Kenapa semua pada diperiksa saat masuk ke sini? Kalau orang tidak diperbolehkan masuk, tutup saja dah mall ini.!” Seorang Bapak dengan kumis melintang hitam di atas mulutnya, berdiri gagah dengan tangan ada di pinggang. Dia tidak suka diperiksa dengan alat itu. Seakan dia tertuduh sesuatu yang tidak baik akan dia lakukan. “Apaan ini?” Dengusnya seperti seekor banteng yang siap menyeruduk siapa saja yang ada di depannya.

Beberapa petugas kesehatan dan keamanan berdiri di depan pintu masuk mall di kota ini. Kota ini baru saja diumumkan dengan ODP terbanyak kasus Covid-19. Virus yang mengalahkan ke jumawaan manusia di bumi Allah ini. Siapa yang lebih hebat?

“Maaf Bapak, kami hanya menjalankan tugas. Jadi, jika ada pengunjung dengan suhu tidak normal akan kami bawa ke klinik untuk ditangani lebih lanjut,” ujar seorang tenaga medis dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin. Semilir hawa dingin yang keluar dari AC tidak mampu mendinginkan suasana yang terbentuk. Si Bapak kemudian berlalu, tidak lupa membawa kumisnya yang belum sempat diplintir.

17/03/20
@W

PUISI: PONGAH

PONGAH

Jiwa terpana dalam serakah
Menatap bumi bagai sebuah para penjajah
Melahap segala yang ada tidak mengalah
Mengeruk semua menggerutu bagai penadah

Tidak bersisa menggeruk untung
Walau tersakiti tidak menyanjung
Mengharap tak memberi berkah
Semua dilelehkan menggapai

Kini, seakan sembunyi dari titah
Menggulingkan hawa nafsu telanjang
Akan dunia yang seakan punya sendiri
Kini, titah disampaikan perintah
Tunduk dan hargai kuasa Illhi
Pemilik syah bumi dan seisinya
Tundukkan jiwa dan mengadulah dalam sesal
Minta ampun akan dosa yang telah meleleh

@W
#dalamtobat

SOAL LATIHAN KELAS XII

LATIHAN SOAL KELAS XII

Topik : Teks Laporan Hasil Observasi

Subtopik : Mengenal Teks Laporan Hasil Observasi

Level Kognitif : C1 (LOTS)

1.      Teks yang berisi gambaran sesuatu secara umum dan sesuai fakta yang ada tanpa ada opini atau pendapat penulis disebut …

A.    Teks deskripsi

B.     Teks prosedur

C.     Teks laporan hasil observasi

D.    Teks penelitian

E.     Teks eksplanasi

Topik : Teks Laporan Hasil Observasi

Subtopik : Mengenal Teks Laporan Hasil Observasi

Level Kognitif : C1 (LOTS)

2. Laporan hasil observasi memiliki sifat, yaitu …

A.    Objektif dan komunikatif

B.     Objektif dan infortmatif

C.     Subjektif dan informatif

D.    Subjektif, informatif, dan komunikatif

E.     Objektif, informatif, dan komunikatif

Topik : Teks Laporan Hasil Observasi

Subtopik : Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Level Kognitif : C3 (MOTS)

Bacalah kutipan teks berikut ini!

(1) Kantong semar adalah tumbuhan pemakan serangga. (2) Tumbuhan ini hidup dengan memakan serangga-serangga kecil, seperti lalat, semut, dan lebah atau kumbang. (3) Untuk memangsa serangga, tumbuhan ini akan membuka kantung mulutnya lebar-lebar. (4) Kemudian, ketika ada serangga yang masuk ke dalamnya, tumbuhan ini akan langsung menutup kelopaknya yang menyerupai mulut. (5) Saat ini, tumbuhan kantong semar mulai dikonservasikan di berbagai daerah di Indonesia. (6) Dengan begitu, diharapkan tumbuhan ini akan tetap terjaga kelestariannya.

 3. Kalimat definisi pada kutipan teks di atas terdapat pada kalimat nomor …

A.    (1)

B.     (2)

C.     (3)

D.    (4)

E.     (5)

Topik : Teks Laporan Hasil Observasi

Subtopik : Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Level Kognitif : C2 (MOTS)

Perhatikan kalimat berikut ini!

Semua dapat hidup karena perawatannya yang dipantau secara berkala untuk melihat perkembangannya.

 4. Konjungsi sebab pada kalimat di atas terdapat pada kata …

A.    dapat

B.     karena

C.     yang

D.    secara

E.     untuk

Topik : Teks Laporan Hasil Observasi

Subtopik : Mengenal Teks Laporan Hasil Observasi

Level Kognitif : C4 (HOTS)

Bacalah teks berikut ini!

(1) Narkoba merupakan bahan berbahaya yang jika disalahgunakan akan mengakibatkan ketergantungan pada pemakainya dan pada akhirnya akan membawa pada kematian jika dikonsumsi secara terus menerus. (2) Latar belakang pengguna narkoba saat ini sangat banyak, mulai untuk menghilangkan masalah hingga demi pergaulan. (3) Saat ini, target para pengedar adalah kalangan remaja antara 15 – 25 tahun yang masih sangat mudah untuk ikut-ikutan karena kejiwaannya masih labil dan masih mudah terpengaruh teman-teman pergaulannya.

(4) Kita semua tahu bahwa anak-anak remaja pada usia tersebut adalah bunga bangsa yang baru merekah yang sangat dinanti-nantikan untuk meneruskan bangsa Indonesia kelak untuk menjadi negara yang lebih sejahtera lagi. (5) Saat ini, terdapat 4 juta orang di Indonesia yang menggunakan atau menyalahgunakan narkoba dan dari jumlah tersebut, sebanyak 22 persen adalah remaja dalam rentang usia tersebut. (6) Survei BNN tahun lalu menyatakan bahwa, perkembangan pengguna dan pengedar gelap narkoba pada pelajar dan mahasiswa. (7) Berdasarkan hasil penelitian pada 17 provinsi di Indonesia, sebanyak 2,6 persen siswa SLTP dan 4,7 persen pelajar SMA tercatat pernah menggunakan barang haram itu. (8) Sementara itu, di perguruan tinggi terdapat 7,7 persen mahasiswa yang pernah menggunakan narkoba. (9) Mulai tahun lalu, pemerintah bersama instansi-instansi terkait bertekad menekan angka penggunaan narkoba pada pelajar hingga ke angka 0 persen.

5. Salah satu fungsi laporan hasil observasi yang ditunjukkan pada teks di atas adalah …

A.    Membantu pemerintah menyelesaikan masalah pengedaran narkoba di Indonesia.

B.     Mengimbau masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam narkoba.

C.     Mendukung pemerintah yang sedang berupaya memberantas narkoba.

D.    Menunjukkan data dan fakta mengenai pengguna narkoba di Indonesia.

E.     Memberikan masukan kepada pemerintah mengenai kebijakan yang bisa diambil untuk memberantas narkoba.

Topik : Teks Eksposisi

Subtopik : Mengenal Teks Eksposisi

Level Kognitif : C1 (LOTS)

6. Tujuan ditulisnya teks eksposisi adalah …

A.    Memaparkan berita untuk memberi tahu pembaca mengenai suatu peristiwa.

B.     Menceritakan pengetahuan baru yang mungkin belum diketahui oleh pembaca.

C.     Menjelaskan informasi tertentu untuk menambah wawasan pembaca.

D.    Mengisahkan informasi tertentu dengan tujuan menghibur pembaca.

E.     Mendeskripsikan informasi atau pengetahuan tertentu yang dapat menarik perhatian pembaca.

Topik : Teks Eksposisi

Subtopik : Mengenal Teks Eksposisi

Level Kognitif : C1 (LOTS)

Perhatikan hal-hal berikut!

  1. Tesis
  2. Pembuka
  3. Argumentasi
  4. Deskripsi bagian
  5. Rekomendasi
  6. Simpulan

7. Struktur teks eksposisi yang tepat terdapat pada nomor …

A.    (1), (2), dan (5)

B.     (1), (3), dan (5)

C.     (2), (3) dan (4)

D.    (2), (3), dan (5)

E.     (2), (4), dan (6)

Topik : Teks Eksposisi

Subtopik : Kebahasaan Teks Eksposisi

Level Kognitif : C3 (MOTS)

Perhatikan kutipan berikut ini untuk menjawab soal nomor 15 dan 16!

(1) Kondisi hutan Indonesia benar-benar sudah memprihatinkan. (2) Dalam kurun waktu lima puluh tahun, hutan alam Indonesia mengalami penurunan luas sebesar 64 juta hektare. (3) Pembukaan hutan alam di dataran rendah di Sulawesi telah memusnahkan keanekaragaman hayati. (4) Berjuta-juta spesies flora dan fauna musnah sudah. (5) Pembukaan lahan dengan cara membakar hutan telah menambah masalah kerusakan hutan.

 8. Kalimat opini pada kutipan teks di atas ditunjukkan pada kalimat nomor …

A.    (1)

B.     (2)

C.     (3)

D.    (4)

E.     (5)

Topik : Teks Eksposisi

Subtopik : Mengenal Teks Eksposisi

Level Kognitif : C4 (HOTS)

Perhatikan kutipan teks berikut ini!

Pisang adalah tumbuhan yang biasa tumbuh di sekitar rumah. Pisang biasa diambil buahnya hanya untuk dimakan. Buah pisang sangat baik untuk kesehatan karena mengandung vitamin (A, B, B6, C) mineral ( kalium, fosfor, magnesium, kalsium dan besi) serta karbohidrat.

Selain buah, seluruh bagian dari tanaman pisang dari daun, bonggol, jantung, hati, bahkan hingga kulit pisang mempunyai manfaat untuk kesehatan. Daun pisang dapat digunakan masyarakat sebagai alat membungkus makanan atau bahkan tempe. Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan, selain juga bermanfaat untuk kesehatan. Daun pisang mempunyai zat polifenol yang dapat digunakan sebagai antioksidan.

Pisang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Baik dengan mengkonsumsi secara langsung, maupun dengan proses pengolahan terlebih dahulu. Seharusnya ketika memanen buah pisang, bagian pisang lainnya juga dimanfaatkan untuk dapat dikonsumsi. Dengan mengetahui beragam manfaat dan cara pengolahan buah ini, masyarakat bisa memanfaatkannya baik untuk pribadi atau menjadikan sebagai lahan usaha.

9. Teks di atas digolongkan dalam teks eksposisi karena …

A.    Di dalamnya terdapat kalimat opini

B.     Di dalamnya terdapat fakta dan opini

C.     Mengandung istilah-istilah khusus dalam bidang tertentu

D.    Dipaparkan dengan ragam bahasa formal, namun tetap mudah dimengerti

E.     Berisi informasi yang dimuat secara singkat dan disertai argumen dari penulisnya

Topik : Teks Eksposisi

Subtopik : Analisis Teks Eksposisi

Level Kognitif : C4 (HOTS)

Perhatikan kedua kutipan berikut ini!

Kutipan I

Ilmu alam adalah ilmu yang mempelajari tentang objek empiris di alam semesta. Mempelajari berbagai gejala dan peristiwa sesuai dengan objek telaahnya dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Karena objek telaahnya, sehingga ilmu alam bisa disebut sebagai pengetahuan empiris. Memiliki asumsi terkait objek telaahnya.

Kutipan II

Jika Pemerintah Indonesia memprioritaskan pertanian menjadi basis ekonomi negara, jadi telah harusnya nasib beberapa petani juga akan menjadi lebih baik. Namun, sayangnya pemerintah lebih memprioritaskan industri dan juga bidang usaha beda yang malah bukanlah menjadi akar dari kekayaan tanah air Indonesia.

10. Perbedaan penyajian struktur kedua teks di atas adalah …

A.    Kutipan teks I merupakan bagian argumen, sedangkan kutipan teks II merupakan bagian rekomendasi.

B.     Kutipan teks I merupakan bagian tesis, sedangkan kutipan teks II merupakan bagian rekomendasi.

C.     Kutipan teks I merupakan bagian tesis, sedangkan kutipan teks II merupakan bagian argumen.

D.    Kutipan teks I merupakan bagian argumen, sedangkan kutipan teks II merupakan bagian tesis.

E.     Kutipan teks I merupakan bagian rekomendasi, sedangkan kutipan teks II merupakan bagian tesis.

Topik : Teks Anekdot

Subtopik : Mengenal Teks Anekdot

Level Kognitif : C1 (LOTS)

Perhatikan ciri-ciri berikut!

  1. Berupa teks berita
  2. Menampilkan tokoh yang fenomenal
  3. Memiliki sifat humoris
  4. Hanya memuat humor
  5. Menampilkan orang penting

11. Ciri-ciri utama teks anekdot terdapat pada nomor …

A.    (1), (3), dan (5)

B.     (1), (2), dan (4)

C.     (2) dan (5)

D.    (3) dan (5)

E.     (2) dan (4)

Topik : Teks Anekdot

Subtopik : Kebahasaan Teks Anekdot

Level Kognitif : C2 (MOTS)

Perhatikan teks berikut ini!

Miskin Dan Sepi

Seorang pemuda baru saja mewarisi kekayaan orang tuanya. Ia langsung terkenal sebagai orang kaya dan banyak orang yang menjadi kawannya. Namun, ia tidak cakap mengelola, tidak lama seluruh uangnya habis. Satu per satu kawan-kawannya pun menjauhinya.

Ketika ia benar-benar miskin dan sebatang kara, ia mendatangi Mahendra, untuk meminta petunjuk,

“Uang saya sudah habis. Kawan-kawan saya meninggalkan saya. Apa yang harus saya lakukan?” keluh pemuda itu.

“Jangan khawatir,” jawab Mahendra, “Segalanya akan normal kembali. Tunggu saja beberapa hari ini. Kau akan kembali tenang dan bahagia.”

Pemuda itu gembira bukan main. “Jadi saya akan segera kembali kaya?”

“Bukan begitu maksudku. Kau salah tafsir. Maksudku, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman.”

12. Teks anekdot di atas menggunakan sudut pandang orang ketiga yang ditandai dengan …

A.    Penggunaan nama tokoh saya

B.     Penggunaan nama tokoh kawan-kawan pemuda

C.     Penggunaan nama tokoh saya dan kau

D.    Penggunaan nama sapaan tokoh pemuda dan Mahendra

E.     Penggunaan nama tokoh pemuda dan kawannya

Topik : Teks Anekdot

Subtopik : Analisis Teks Anekdot

Level Kognitif : C4 (HOTS)

Perhatikan kedua kutipan teks berikut ini!

Kutipan teks 1

Beberapa hari setelah hari raya idul adha di sore hari. Arya sedang mengobrol kesana kemari dengan sepupunya dan saudara kandungnya yang berkunjung kerumahnya.

Kutipan teks 2

Semua mahasiswa di kelas itu tercengang dengan jawaban si Ahmad, semua teman-temannya saling berpandang-pandangan dan mulai tertawa keras.

13. Perbedaan pola penyajian kedua kutipan teks anekdot di atas adalah …

A.    Kutipan teks 1 merupakan bagian dari orientasi teks anekdot, sedangkan kutipan teks 2 merupakan bagian dari reaksi teks anekdot.

B.     Kutipan teks 1 merupakan bagian dari orientasi teks anekdot, sedangkan kutipan teks 2 merupakan bagian dari koda teks anekdot.

C.     Kutipan teks 1 merupakan bagian dari krisis teks anekdot, sedangkan kutipan teks 2 merupakan bagian dari reaksi teks anekdot.

D.    Kutipan teks 1 merupakan bagian dari orientasi teks anekdot, sedangkan kutipan teks 2 merupakan bagian dari krisis teks anekdot.

E.     Kutipan teks 1 merupakan bagian dari abstraksi teks anekdot, sedangkan kutipan teks 2 merupakan bagian dari reaksi teks anekdot.

Topik : Hikayat

Subtopik : Mengenal Hikayat

Level Kognitif : C1 (LOTS)

14. Hikayat termasuk ke dalam salah satu …

A.    Fabel

B.     Legenda

C.     Dongen

D.    Cerita sejarah

E.     Cerita rakyat

Topik : Hikayat

Subtopik : Menganalisis Hikayat

Level Kognitif : C2 (MOTS)

Perhatikan kutipan hikayat berikut ini!

Di suatu negeri nun jauh hiduplah seorang tua bersama keluarganya. Pekerjaan si Tua itu sehari-hari menangkap burung dan ayam di hutan. Maka ayam yang ditangkapnya akan dijualnya kepada saudagar-saudagar di pasar.

Syahdan maka pada suatu ketika datanglah seorang yang gagah lagi muda. Maka karena tidak percaya bahwa sang kakek yang tua mampu menangkap ayam, seorang muda itu mengajaknya berlomba mencari ayam di hutan. Maka pada suatu hari pergilah orang tua itu menuju hutan bersama orang sekampung yang hendak menyaksikan ia mencari ayam.

Maka pada ketika sampai di hutan, orang tua itu langsung menuju pohon paling besar. Maka dilihat olehnya banyak burung bayan menempel di daun dan ranting pohon. Maka ia segera melepas bajunya, lalu sambil membawa golok ia memanjat pohon besar itu. Dalam waktu tidak lama, sudah ada 99 ekor burung bayan dijatuhkannya ke tanah. Maka heranlah orang-orang kampung itu melihatnya dan beroleh malulah orang pemuda yang mengajaknya berlomba.

15. Nilai yang paling menonjol dalam kutipan hikayat tersebut adalah …

A.    Nilai moral

B.     Nilai edukasi

C.     Nilai estetika

D.    Nilai budaya

E.     Nilai religi

Topik : Hikayat

Subtopik : Menganalisis Hikayat

Level Kognitif : C3 (MOTS)

Perhatikan kutipan teks berikut ini!

Barang siapa yang melihatnya pastilah terpegun dan takjub akan keindahan dan kepelikan burung cenderawasih. Maka tak ada heranlah jika si Jelita banyak diinginkan oleh orang.

16. Majas yang terdapat dalam kutipan teks di atas adalah …

A.    Majas antonomasia

B.     Majas hiperbola

C.     Majas simile

D.    Majas metafora

E.     Majas personifikasi

Topik : Hikayat

Subtopik : Menganalisis Hikayat

Level Kognitif : C4 (HOTS)

Perhatikan kutipan teks berikut ini!

(1) Tersebut cerita seorang raja yang terlalu besar kerajaannya, Saeful Muluk namanya, Ajam Saukat nama kerajaannya. (2) Adapun raja ini telah berkawin dengan Putri Sukanda Rum. (3) Tetapi oleh karena permaisurinya tidak beranak, ia berkawin dengan Putri Sukanda Bayang-Bayang seperti dititahkan oleh yang penghulu raja. (4) Hatta berapa lamanya, Putri Sukanda Bayang-Bayang pun beranak anak kembar yang diberi nama Makdam dan Makdim. (5) Permaisuri takut kehilangan kasih sayang raja sama sekali, lalu berdoa meminta anak.

17. Kalimat yang menunjukkan bahwa kutipan teks di atas mengandung nilai budaya adalah …

A.    Kalimat (1)

B.     Kalimat (2)

C.     Kalimat (3)

D.    Kalimat (4)

E.     Kalimat (5)

Topik : Ikhtisar

Subtopik : Mengenal Ikhtisar

Level Kognitif : C1 (LOTS)

18. Salah satu fungsi dari ikhtisar adalah …

A.    Melatih memahami isi sebuah buku atau karangan ilmiah

B.     Menuntun seseorang agar dapat memahami inti dari isi suatu teks fiksi

C.     Meningkatkan angka literasi di kalangan masyarakat

D.    Melatih seseorang untuk menulis kalimat pendek

E.     Melatih memahami isi sebuah buku atau karangan

Topik : Ikhtisar

Subtopik : Mengenal Ikhtisar

Level Kognitif : C2 (MOTS)

Perhatikan ilustrasi berikut ini!

Lani telah selesai membaca cerpen berjudul “Filosofi Kopi”. Menurutnya, cerpen yang memiliki alur maju itu sangat menarik. Oleh karena itu, ia berencana untuk membuat ikhtisar dari cerpen tersebut. Tak hanya itu, ia pun berencana mengunggah ikhtisarnya di media sosial agar orang lain bisa tahu inti dari cerpen tersebut.

19. Berdasarkan ilustrasi di atas, Ningsih dapat mengikhtisarkan cerpen tersebut menggunakan …

A.    Alur maju

B.     Alur mundur

C.     Alur campuran

D.    Alur maju atau mundur

E.     Alur apa pun sesuai keinginannya

Topik : Ikhtisar

Subtopik : Mengenal Ikhtisar

Level Kognitif : C4 (HOTS)

Perhatikan teks berikut!

Seorang lelaki masih muda dengan penampilan yang sangat rapi datang ke sebuah kantor. Ia berharap bisa diterima di perusahaan tersebut dan bisa bekerja di sana dengan nyaman. Oleh karena itu, ia mempersiapkan materi dan kebutuhan wawancara kerja dengan sangat baik. Sesampainya di perusahaan, ia dengan percaya diri mengetuk pintu dari luar.

“Silakan masuk!” jawab seseorang dari dalam ruangan.

“Mohon maaf, apakah Pak Toni ada?” tanyanya.

“Enggak, sila keluar!”

“Baiklah.”

“Di mana Pak Toni? Kenapa yang berada di dalam justru OB?” tanya pemuda tersebut kepada salah seorang petugas yang ada di luar ruangan.

“Yang di dalam itu Pak Toni. Beliau memang kerap begitu, pura-pura menjadi OB untuk mengetes karyawannya,” jelas petugas tersebut.

“Lalu nasib saya bagaimana?”

20. Paragraf ikhtisar yang tepat berdasarkan kutipan teks tersebut adalah …

A.    Seorang lelaki masih muda dengan penampilan yang sangat rapi datang ke sebuah kantor. Ia berharap bisa diterima di perusahaan tersebut dan bisa bekerja di sana dengan nyaman. Oleh karena itu, ia mempersiapkan materi dan kebutuhan wawancara kerja dengan sangat baik.

B.     Ada lelaki muda berpenampilan rapi yang datang ke kantor untuk wawancara. Meski sudah mempersiapkan semua materi dan kebutuhan wawancara dengan baik, ia akhirnya gagal karena salah mengira pewawancaranya sebagai OB.

C.     Seorang lelaki masih muda dengan penampilan yang sangat rapi datang ke sebuah kantor. Sesampainya di perusahaan, ia dengan percaya diri mengetuk pintu dari luar. Rupanya, orang yang di dalam ruangan adalah OB.

D.    Seorang lelaki muda berpenampilan rapi datang ke sebuah kantor. Ia sudah mempersiapkan materi dan semua kebutuhan wawancara, berharap agar diterima. Namun, saat masuk ruangan hendak wawancara, ia justru menyangka orang yang seharusnya akan mewawancarainya sebagai OB.

E.     Seorang lelaki masih muda dengan penampilan yang sangat rapi datang ke sebuah kantor. Ia berharap bisa diterima di perusahaan tersebut dan bisa bekerja di sana dengan nyaman. Sesampainya di perusahaan, ia dengan percaya diri mengetuk pintu dari luar dan dimulailah wawancaranya.

Jawaban pertanyaan di atas dikirim ke alamat email : ahdatibm@gmail.com

Selamat Beraktivitas di Rumah

Jangan Lupa Tetap Menjaga Kesehatan dan Jangan Pergi Tamasya!

Materi Bahasa Indonesia Kelas X Semester 2 : PUISI

PUISI

Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan dan seni kreatif yang obyeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Sebagai seni kreatif yang menggunakan manusia dan segala macam segi kehidupannya maka ia tidak saja merupakan suatu media untuk menyampaikan ide, teori, atau sistem berpikir, tetapi juga merupakan media untuk menampung ide, teori, atau sistem berpikir manusia.  Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama.

  1. Pengertian Puisi

Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poites, yang berarti pembangun, pembentuk, pembuat. Dalam bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya membangun, menyebabkan, menimbulkan, menyair. Dalam perkembangan selanjutnya, makna kata tersebut menyempit menjadi hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan.

Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik.

Samuel Taylor Coleridge menyampaikan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah

Puisi merupakan sebuah seni tertulis. Dalam bentuk seni ini, seorang penyair menggunakan bahasa untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

  • Unsur-unsur Puisi
  • Struktur Fisik Puisi
    • Perwajahan Puisi (Tipografi)

Perwajahan puisi (tipografi) yaitu bentuk penulisan puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.

  • Diksi

Diksi yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi merupakan bentuk karya sastra dengan sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.

  • Imaji

Imaji adalah kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.

  • Kata Konkret

Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap dengan indra yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata konkret “salju” melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll. Sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.

  • Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatik, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Adapun macam-macam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.

  • Rima/Irama

Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup:

  1. Onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.),
  2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya.
  3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
  4. Struktur Batin Puisi
    1. Tema/Makna (Sense)

Tema/makna (sense) media puisi adalah tataran bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.

  • Rasa (Feeling)

Rasa (feeling) yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.

  • Nada (Tone)

Nada (tone) yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.

  • Amanat/Tujuan/Maksud (Intention)

Amanat/tujuan/maksud (intention) yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.

  • Jenis-jenis Puisi Menurut ZamanPuisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan itu antara lain:

  1. Jumlah kata dalam 1 baris;
  2. Jumlah baris dalam 1 bait;
  3. Persajakan (rima);
  4. Banyak suku kata tiap baris;
  5. Irama.

Ciri-ciri puisi lama :

  1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  3. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
    1. Puisi Baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Ciri-ciri puisi baru :

  1. Bentuknya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar): 4-5 suku kata.
  7. Jenis-jenis Puisi Menurut Bentuk
  8. Distikon

Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).

  • Terzina

Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).

  • Kuatren

Kuatren, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).

  • Kuint

Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).

  • Sekstet

Sekstet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).

  • Septima

Septima, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).

  • Oktaf atau Stanza

Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).

  • Soneta

Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai “Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

  • Puisi Kontemporer

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata yang makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

  1. Puisi Mantra

Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:

  1. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu.
  2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri.
  3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.
    1. Puisi Mbeling

Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama “Puisi Mbeling”. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Puisi mbeling berciri mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

Selain itu, puisi mbeling juga menyampaikan kritik sosial terutama terhadap sistem perekonomian dan pemerintahan, dan menyampaikan ejekan kepada para penyair yang bersikap sungguh-sungguh terhadap puisi. Dalam hal ini, Taufik Ismail menyebut puisi mbeling dengan puisi yang mengkritik puisi.

  • Puisi Konkret

Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.

Penyusunan puisi kontemporer sebagai puisi inkonvensional ternyata juga perlu memerhatikan beberapa unsur sebagai berikut:

  1. Unsur bunyi; meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya.
  2. Tipografi; meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu.
  3. Enjambemen; meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya.
  4. Kelakar (parodi); meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif).

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Puisi

http://ilhamberkuliah.blogspot.co.id/2015/09/makalah-puisi.html

http://nandarthulo.blogspot.co.id/2011/08/makalah-menganalisis-jenis-karya-sastra.html

TUGAS :

  1. Buatlah powerpoint berdasarkan teori PUISI di atas! Berkreasilah sebebas mungkin!
  2. Bagaimanakah dengan antum? Apakah antum penyuka puisi? Uraikan jawaban antum dalam bentuk argumentasi sepanjang 1000 karakter.
  3. Carilah sebuah pusi dari pengarang terkenal kemudian analisislah unsur-unsur pembangaun puisi tersebut: Tema, Makna, Gaya bahasa dan majas (penggunaan majas, ungkapan; tentukan artinya), Amanat, Tunjukkan Rima yang terdapat dalam puisi tersebut!

Jawaban pertanyaan di atas dikirim ke alamat email : ahdatibm@gmail.com

Selamat Beraktivitas di Rumah

Jangan Lupa Tetap Menjaga Kesehatan dan Jangan Pergi Tamasya!

Corona oh Corona

Corona oh Corona

Berasal dari negeri nun jauh di sana. Berjalan waktu akhirnya sampai juga di negeri yang katanya syurganya kehijauan ini.

Katanya, di negeri asal wabah, wabah ini sudah tertangani. Dengan mengerahkan seluruh kemampuan, mulai dari dana yang trilyunan sampai kesiapan dan kesigapan para pejabatnya hingga petugas kesehatan serta kemauan masyarakatnya. Itu di negeri tirai bambu.

Nah … Bagaimana dengan negeri ini?

Berdasarkan fakta dari berita yang terangkum di banyak media nasional, dan tidak terbantahkan. Ada pejabat yang mengatakan kita orang negeri ini pada kuat. Kita sudah biasa makan nasi kuning. Hingga ada yang memperolok-olok salam siku. Tapi, seperti sebuah geluduk di siang malam, mulailah pejabat tadi diisolasi karena terduga disapa virus Covid 19. Karena demam dan baru diduga.

Apa tindakkan pemimpin tertinggi di negeri yang katanya kaya ini. Setelah ada pejabat yang terserang, baru beliau berbicara. Nege

ri ini dalam penanggulangan bencana nasional wabah Corona. Tapi, dari keputusan yang disampaikan tidak ada penyetopan orang yang keluar dan masuk negeri indah ini. Lha kok bisa ? Entahlah ….

Ada pemimpin di sebuah daerah, yang dengan kewenangan yang dimilikinya dia melakukan sesuatu yang strategis. Dengan ilmu yang dimiliki dan pemahaman yang tidak bisa diragukan dia membuat gebrakan. Kebijakan yang dia buat diikuti oleh pemerintah yang ada di atasnya. Tapi sayang, dia bukan pemimpin negeri ini yang katanya negeri dengan sejuta keindahan.

Bagaimana dengan rakyatnya? Adakah kegelisahan? Tentunya ada, terutama pada anak-anak mereka yang sedang menempuh pendidikan. Terutama yang menempuh pendidikan di sebuah lembaga yang seluruh siswanya itu di asramakan.

Peribahasa mengatakan, rambut boleh sama hitam tapi isinya beda-beda. Itulah yang sebetulnya terjadi. Beberapa orang tua, ada yang meminta anak-anak dipulangkan. Kewenangan pengawasan ada pada orang tua. Anak-anak akan lebih aman dalam pengawasan orang tua. Anak-anak akan diberikan asupan protein terbaik selama dikondisikan di rumah. Diberikan pelayan terbaik sehingga mereka aman, nyaman dan sehat. Itu logika sederhana. Tapi kalau yang terjadi sebaliknya? Seperti yang terjadi di Italy. Anak-anak diliburkan, diajak liburan akhirnya terjangkit virus, sampai-sampai Italy di kondisikan dalam keadaan darurat. Sehingga diputuskan untuk lockdown.

Ada juga orang tua yang menginginkan anak-anaknya tetap di boarding. Dengan prasangka baik, anak-anak akan terhindar kontak dengan orang lain. Orang-orang yang berinteraksi dengan pembawa virus tersebut. Sekolah bisa melakukan lockdown. Anak-anak akan diisolasi di Boarding. Dalam hal ini juga dilakukan pengawasan melekat dari seluruh civitas akademika dan juga peran aktif orang tua.

Dari kebijakkan memulangkan siswa ke rumah orang tua. Tentunya bagi guru dan pengurus yayasan akan sangat meringankan beban mereka. Mereka tidak harus memusingkan keadaan anak-anak. Karena mereka juga tidak akan mampu untuk selama 24 jam melakukan proteksi pada anak-anak. Anak-anak sekarang itu pada pintar dan kreatif, dilarang yang ini mereka akan melakukan yang itu. Ini dan itu sama bahayanya. Mereka berdalih, kenapa melakukan hal itu? Karena yang itu tidak dilarang. Namanya juga anak-anak.

Apakah dengan memulangkan anak-anak masalah selesai? Tentunya tidak. Kenapa? Menurut analisis dari pakarnya pakar virus. Wabah virus ini akan semakin meninggi. Dan waktu peninggian prosesnya itu 40 – 80 hari ke depan. Kapan itu? Bisa jadi pada waktu anak-anak balik ke boarding atau asrama. Nah itulah hal yang paling ditakutkan, resiko terjangkit virus akan semakin tinggi karena interaksi dengan orang lain selama perjalanan.

Tapi, anak-anak sudah diperbolehkan pulang dengan syarat dijemput orang tua. Selamat belajar di rumah. Aktivitas tidak usah kemana-mana, lakukan apapun di rumah. Keluar rumah jika dirasa memang sangat diperlukan. Jangan kalian meminta ke orang tua untuk bertamasya ke objek wisata, karena tempat itu adalah lokasi terbaik penyebaran virus ini.

Terakhir, bagaimana dengan nasib guru? Atau pegawai swasta? Kalau ASN sudah ada intruksi untuk aktivitas perkantoran dilakukan dari rumah. Keluar rumah dilakukan jika hal tersebut dirasa sangat perlu. Kegiatan tersebut tentunya tidak akan mengurangi pemasukan bulanan mereka.

Namun, bagaimana dengan pegawai swata? Bisakah mereka melakukan kerja dari rumah tanpa mengurangi pemasukan bulanan mereka? Untuk guru misalnya, siswanya diliburkan tapi guru masih disuruh masuk. Kemudian apa yang akan dilakukan di sekolah? Kemungkinan menyempurnakan administrasi sekolah dan penyiapan bahan-bahan pembelajaran.

Terakhir, semoga wabah ini cepat berlalu dengan tidak menyisakan kesedihan mendalam. Mari belajar dari kasus ini, untuk tetap merendahkan diri dan hati di hadapan Illahi rabbi. Jangan menyombongkan diri, karena siapalah kita ini?

Kabar Baik Kan Al Hazen !!!

*Kabar Baik Kan Al Hazen*

Al Hazen, angkatan ke 9 SMAIT Insantama, dalam perencanaan, pekan depan akan mengarungi tanah Jawa untuk mencari setitik ilmu dan segenggaml pemahaman. Setitik dijadikan laut, segenggam akan digunungkan.

Al Hazen perjuangan itu butuh tantangan, tidak sempurna pejalanan yang dilakukan jika tidak berhadapan dengan tantangan. Kemanangan itu dimana didapatkan? Pada saat kita berhasil menundukkan tantangan tersebut! Dan apakah kalian bisa? Itu yang sedang diuji! Memang, sangat tidak bisa dicerna oleh akal sehat. Saat kaki akan mencoba menunaikan penggemblengan berikutnya, Ikhtiar kalian dipatahkan oleh serbuan virus yang tidak hanya menggoncang Indonesia tapi juga merontokkan seluruh persendian Dunia, telah memakan banyak korban. Agar kalian juga tidak terpapar oleh virus maka keputusan besarpun perlu diputuskan, dan kalian telah melakukannya.

Apa yang kalian putuskan bukanlah sebuah kegagalan, tapi sebuah keberanian membuat keputusan di tengah-tengah kemelut. Seorang pemimpin yang besar diuji tidak hanya dengan tantangan yang kelihatan di mata, tapi juga diuji oleh kepintaran dalam membaca lingkungan sekitar. Itu yang kemaren kalian perankan, ada masalah di hadapan mata kemudian apa keputusan yang harus dibuat agar semuanya selamat?

Terlepas dari semua yang sudah diputuskan, ada hal yang perlu dilakukan, apa itu ? Bercerminlah dengan cermin yang bening dan bersih. Untuk apa? Melakukan koreksi diri, melakukan analisis terhadap apa yang telah dilakukan. Selama ini, setiap rentetan kegiatan pembekalan yang dilalui selalu diembeli dengan membawa nama Allah. Nah … jangan-jangan nih ada masalah dengan hal tersebut. Apa itu ? tentunyalah kalian semua yang berjumlah kurang lebih 120 orang yang lebih tahu.

Kalau kami yang berada di luar hanya menerka-nerka. Ada kalanya menerka kami tidak sesuai dengan apa yang sejatinya terjadi di dalam tubuh kesatuan kalian. Tapi, mari kita coba menelaah satu persatu;

Pertama, bagaimana kekompakkan yang kalian bangun? kalau orang minang menyampaikan apakah tim ini sudah *sadanciang bak basi saciok bak ayam?* Atau *ringan samo dijinjiang barek samo dipikua?* Oh bingung ya? Gini saja, apakah tim yang kalian bangun ini semua timnya sudah satu visi dan misi? Cobalah telaah ke semua tim. Kalau boleh diibaratkan lagi, kita sedang menaiki sebuah gerobak, gerobak sedang menanjak, tapi ada beberapa orang yang mencoba bergelayutan di gerobak. Ada juga sebagian yang menahan laju gerobak, atau ada juga yang secara iseng menambahkan beberapa beban tidak perlu untuk dimasukkan ke gerobak, sehingga beban gerobak bertambah. Beberapa nggota tim yang telah menyatukan visi dan misi nampak konsisten mendorong gerobak untuk sampai di puncak. Kegiatan beberapa anggota tim yang tidak sejalan dengan visi dan misi tim menjadi penghalang gerobak untuk sampai di puncak. Harusnya diapain anggota tim yang seperti itu?

Kedua, nah ini berhubungan dengan ikhlasnya guru/ustadz/ah kalian memberikan doa. Apakah kalian sudah pernah mendatangi guru/ustadz/ah untuk meminta dukungan do’a? JIka sudah pernah dilakukan, cobalah lagi. Bujuk hati guru kalian untuk melantunkan doa ikhlasnya demi perjuangan kalian yang memang berat ini. Tak ada gading yang tak retak, di situlah memohon maaf kepada guru. Barangkali karena tindak tanduk seharian, uacapan atau mungkin karena keisengan membuat hati guru terluka. Temui dan bujuk agar beliau memaafkan yang sudah terjadi dan membantu kalian dengan doa. Ikhtiar boleh kan? Lembutkan hati untuk menggapai hal yang lebih besar, tidak hina untuk meminta maaf, apalagi ke guru/ustadz/ah, ikhtiar menjalani untuk menyudahi.

Ketiga, bagaimana dengan orang tua kalian? Sudahkah kalian melembutkan hati mereka berdua? Mereka yang telah bersusah payah, megorbankan apa saja untuk menyenangkan hati kalian. Sudahkah kalian menyenangkan hati mereka, sehingga dari hati mereka paling dalam tercurah doa yang akan mengguncang ArsyNya, sehingga apapun keinginan kalian akan tercapai. Kita tidak tahu, barangkali dalam tindak tanduk ataupun ucapan kalian terselip kekerasan yang membuat hati mereka terluka, dan luka yang terbentuk tidak mudah untuk disembuhkan. Datangi dan bersimpulkah di hadapan beliau, uraikan tangismu untuk meminta ikhlas mereka. Jika sekeping hati yang mereka miliki telah kalian genggam dengan keindahan maka apapun mimpi yang kalian tebar akan mampu terjaring, In shaa Allah. Lakukan tidak usah menunggu esok, jika hari ini ketemu dengan beliau, lakukanlah. Pintu hati mereka adalah gerbang bagi kalian menundukkan murka Allah. Takkan harimau memakan anaknya!

Keempat, bagaimana hubungan kalian dengan sang khalik? Apakah kalian manut dengan semua suruhan Allah? Apakah semua kewajiban sudah ditunaikan. Atau jangan-jangan kalian gagal menjalin hubungan baik dengan Allah? Di sekolah kalian semua diajarkan bagaimana mendekatkan diri dengan Allah. Sholat wajib lima waktu jangan lalaikan. Sholat sunat dilakukan sebagai pembujuk terbaik. Ada Solat rawatib dan Qobla, witir jangan lupa dikerjalan, apalagi Tahadjud, memberikan kita akses langsung untuk langsung berkomunikasi dengan sang Kuasa. Ditambahi lagi dengan Dhuha, zikir kalian ke pada Sang Pemurah, agar diberikan kalian kemurahan dalam menjalankan hari-hari yang memang sulit agar kalian terbentuk menjadi genarasi yang kuat. Kuatkan hari dan kepercayaan diri dengan terus membaca Al Quran. kalian sudah dibekali membaca alquran dengan metode TES. Apakah itu tidak dikerjakan? Susupkan ayat-ayat Allah ke relung hati dan peredaran darah kalian, maka setiap denyutan nadi kalian akan mendendangkan zikir, untuk memberikan kemudahan bagi kalian dalam meggayung harapan. Tunaikan sedeqah semampumpu maksimal yang kalian bisa. Kenapa tidak? Dengan sedekah kalian telah membantu orang lain, maka Allah sendiri yang akan membantu kalian untuk mencapai keinginan yang telah kalian goresan itu.

Kelima, berbaiklah kalian dengan saudara. Mana Saudara kalian? Di sekolah, ya teman-teman kalian, baik itu yang kakak kelas ataupun adik kelas. Mereka adalah saudara kalain. Sudahkah kalian berbaik dengan mereka? Atau kalian telah menjadi orang yang zalim karena memperlakukan saudara dengan tidak baik? Ingat, doa orang yang tertindas akan sangat diterima oleh Allah dan kalian telah menjadi korban dari tindak tanduk sendiri.

Nah … selagi sekarang sedang beristirahat di rumah, lakukanlah intropeksi diri secara baik dan tulus. Lihat ke diri sendiri, jangan lihat orang lain, Jangan lihat teman-teman yang lain. Tapi lihatlah diri sendiri. Makanya gunakan cermin yang bersih dan mengkilat agar pantulannya juga jelas terlihat. Jangan juga, buruk rupa cermin dibelah, Tak ada jalan yang tak berlubang, tapi kita harus berusaha tetap mejadi yang terbaik dengan segala opsi terbaik yang bisa dilakukan.

Selanjutnya apa? Jangan patah semangat. Tetap menggelorakan perjuangan. Berjalan belum sampai ke batas, berlayar belum sampai ketepian. Ini hanyalah salah satu episode penguji agar kalian tetap gigih menggapainya. Jangan sampai kalian sebagai generasi yang tercatat di buku besar sebagai generasi yang tidak mengecap indahnya mengelilingi kampus terbaik di Indonesia dalam tajuk “Tour De Java”. Kalian harus mampu menggapainya.

Sa

kit? Siapa yang tidak akan merasakan sakitnya. Perih? Apalagi itu! Tidak usahlah kalian ceritakan bagaimana rasanya. Kami ikut merasakannya, di bibir saja terlihat senyuman di hati tidak terkata isinya. Tapi .. jadilah kalian itu seperti sepucuk batang ubi kayu yang pucuknya di patahkan, esoknya dia akan bertunas dan tumbuh lagi dan terus bertumbuh sehingga mampu memberikan mamfaat kepada yang lainnya.

Hei … Al Hazen, yang kuat ya? Ini langkah menuju kalian menjadi generasi yang akan matang menghadapi tantangan di depan. Belajar untuk menjadi baik dan terbaik. Jadi, mari singkirkan kerikil – kerikil yang menghadang perjalanan kalian, terlepas apakah kerikil itu tajamnya setajam silet, tetap berusaha untuk menyingkirkannya. Maka impian kalian untuk menjelajahi tanah Han-Guk akan terwujud, serta sempurna menjadi generasi Al Hazen sesuai dengan namannya.

Kami tunggu teriak salam kekompakkan kalian …

*AL HAZEN KAMKKE..* STRIDE TO KOREA JUNBI,
SIJAK..!!
*BI IDZNILLAH, ALLAHU AKBAR*
KAJJA ..!!

Bogor, 15 Maret 2020
@W

PUISI : DISAAT HATI BERTANYA

DI SAAT HATI BERTANYA

Wajahmu serius mengumbar kata

Sendikit senyum memapah dibibirmu

Tersungging dalam cemooh

Tentang rasa yang menggerogoti kalbu

Tantang kalbu yang mulai bersimpang jalan

Tentang ingin yang berbentuk kehendak

Tentang godaan yang bertahta dan memagut

Senyum melukis perih

Ku coba tatap dan tak bermakna selain sindiran

Keluar seonggok kata menyerumput kegelisahan

Begitu perih menyayat rasa

Baru tersadar dalam upaya

Dan ku tak ingin berkehendak

Tentang mu dan tentang dia

Disaat tak tepat untuk bersembunyi

Kini lepaslah dahagamu

Tentang aku yang seperti seekor keledai dalam wajan yang tertungkup

Ku melangkah dalam senggang tak bermakna

Gambaran senyum menusuk kalbu

Ku bertingkah seperti seorang dengan mainannya

Dan  terpojok ditangga waktu …

@w

KELINCI suka BERBOHONG

KELINCI suka BERBOHONG

OLEH : HANIFAH SALWA RASYIDAH

Sudah satu pekan ini kebun kura-kura panen buah pisang dan wortel katrena itu kura-kura swelalu memberi beberapa buah nya kepada teman-temannya termasuk kelinci, tetapi kelinci sering sekali meminta wortel dan selalu ditrolak oleh kura-kura karena kura-kura takut jika buahnya hanya dihabiskan dengan klelinci saja dan teman-temannya yang lain hanya mendapat sedikit, tapi kelinci selalu memaksa jika tidak dibolehi dengan kura-kura dan kura-kura pun tak bisa melawan.

“Kura-kura aku minta lagi ya wortelnyaa..” Ucap Kelinci saat sampai di kebun milik Kura-kura.

“Tidak bisa Kelinci.. teman-temanku yang lain akan ke sini untuk mengambil buah-buahannya.” Tegas kura-kura kepada kelinci yang terus memaksanya.

“Yyaahh… bagi aku sedikitr sajaaa yaa..?” Pura-pura memelas Kelinci.

“Tidak bisa… kau ari kemarin meminta terus, bahkan sampai berlebih dan sekarang giliran teman-teman yang lain.” Jelas Kura-kura kepada Kelinci yang terus memaksa ingin meminta wortel.

“Tapi Kura-kuraa… aku sangat lapar… dari pagi tadi aku belum makan.” Bohong kelinci karena sebenarnya tadi pagi ia sudah makan banyak tapi entahl;ah perutnya masih saja terus memiunta agar ada yang masuk.

“Hufhh… yasudahlah.. ambil saja, tapi ingat!! Jangan banyak-banyak yang lain juga belum dapat.” Ucap pasrah Kura-kura melihat Ke;inci yang sudah seperti kelaparan.

“Oke kura-kura..!! terima kasih banyaakkk…” Senangnya Kelinci dan langsung pergi ke kebun Kura-kura yang berada di belakang.

                        “Wiihh… banyak sekali wortelnyaa…!!!” Batin kelinci.

Setelah itu, Kelinci langsung menyerbu ribuan wortel sampai tak tersisa ia tak peduli apa kata kura-kura yang menyuruh untuk tidak makan banyak karena ada yang teman-temannya yang juga ingin mengambil buah.

“Aduuhh… kenyang banget niih…” Ucap kelinci yang kekenyangan sembari memukul-mukul perutnya.

“Tapi kalau nanti lapar lagi gimana yaa..??” Tanya kelinci pada diri sendiri sembari menatap kebun wortel yang lebat.

“Oohh iyaa!!!” Lantang Kelinci dan langung mengambil tasnya yang kelinci sembuntyikan lalu kelinci masukkan wortel-wortel tersebut ke dalam tas.

Kelinci pun melempar tasnya keluar pagar karena jika kelinci yang membawa kura-kura akan curiga setelah itub kelinci berjalan ke depan rumah kura-kura yang ternyata sudah ada bteman-teman kura-kura yang juga ingin meminta buah-buahan kura-kura.

“Terima kasih banyak yaa.. kura-kura, aku sudah sangat kenyang niih. Enak-enak buahnya.. makasih..!!” Ucap senang Kelinci dengan muka yang amat ceria.

“Sama-sama kelinci..” Balas kura-kura yang tak kalah cerianya.

“Ya sudah kura-kura aku pulang dulu yaa… duluan teman-teman..!!” Ucap kelinci kepada kura-kura dan teman-teman yang lainnya.

“Iyaa.. hati-hati kelinci..!!” Ucap serentak mereka.

“Ayo ayoo.. silahkan langsung ke belakang aja..” Ramah kura-kura dan mengajak teman-temannya untuk mengambil buah.

Setelah keluar dari rumah Kura-kura, kelinci tergesa-gesa untuk mengambil tasnya yang tadi ia lempar. Ketika kelinci menemukan tasnya itu langsung saja kelinci  berlari menjauhi poerkarangan rumah kura-kura sembari menyandang tasnya yang berisi wortel.

Mengabadikan Perjalanan dengan Tulisan

Resume 4
Grup Menulis Gelombang 3

Memgabadikan Perjalanan Dengan Tulisan.

Grup menulis semakin hari semakin luar biasa. Ini merupakan pertemuan ke empat. Malam Senin, (17/02/2020). Apa tema yang akan diangkat sekarang ini?

Wow … Tema menarik sekali, bersama narasumber yang luar biasa. Bapak Taufik Hidayat, sudah berkeliling dunia dan mendokumentasikan perjalanan dengan cerita dan foto.

Ya, itulah tema pembelajaran kita sekarang, “Menuliskan Pejalanan.”

Bapak Taufik Hidayat merupakan seorang dosen, bloger, dan penulis buku yang suka traveling.

Mengunjungi 70 negara, hebatnya perjalananya itu sudah dituliskan. Sebagian sudah dibukukan termasuk perjalanan mengelilingi masjid-masjid di negara yang dikunjungi.

Apa yang bisa ditulis dari perjalanan mengelilingi masjid? Tentunya sangat banyak. Kita bisa menggali keunikan yamg terdapat di masjid, bisa tentang arsitektur, ornamen masjid, dan tata letak tiang ataupun penggunaan karpet. Kupasan yang kita uraikan tentunya akan menarik pembaca. Bisa juga mengupas cerita-cerita yang disampaikan oleh pengunjung ataupun penduduk setempat.

Kegiatan traveling juga bisa dilakukan di Indonesia. Mengangkat keunikan dari masing-masing masjid. Masjid di Indonesia banyak, jadi perlu teliti dalam mengupas keunikan masing-masing masjid, karena kalau tidak akan membuat tulisan kita tidak diminati.

Bagi saya kupasan ini sangat menarik. Kenapa? Saya punya hobi touring. Memperoleh informasi tentang penulisan perjalanan, mendorong keinginan untuk mau membagi pengalaman perjalanan dalam bentuk tulisan. Sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan, tapi hanya bisa dijadikan sebagai pengalaman pribadi. Semoga diberikan kemudahan oleh Allah sehingga bisa menuangkan perjalanan dalam bentuk tulisan dan dinikmati oleh orang lain.

Terima kasih kepada Pak Taufik Hidayat dan Om Jay yang sudah menyediakan kami wadah untuk memperoleh banyak ilmu.

Ahdati Warman
Guru SMAIT Insantama Bogor