Semua tulisan dari Ahdati Warman

Seorang hamba yang acap khilaf dalam menjalani kehidupan ini, harus banyak mencari pegangan supaya tidak terseret dan terjatuh apalagi sampai hanyut dalam tipu daya dunia. Ini hanya sebuah wadah untuk berkarya menyalurkan isi hati dan berbagi dengan yang lain.

MENDEMONSTRASIKAN PUISI

Pernahkah kalian melihat seseorang yang membacakan puisi dengan penghayatan yang baik? Ya … Seseorang yang dengan kemampuan terbaik mengekpresikan isi puisi secara baik dan tepat. Akibatnya apa? Kita yang ikut menonton dan menyimak pembacaan puisi tersebut terlibat dalam emosi si pembaca. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena si pembaca puisi mampu mengandalkan permainan vokal, tetapi juga memerhatikan ekspresi, intonasi, dan gerakan tubuhnya saat membaca puisi.

Nah pada kesempata saat ini kita akan belajar mendemontrasikan puisi.    

Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mendemontrasikan puisi. Pertama mendeklamasikan puisi dan kedua dengan musikalisasi puisi.

I.                DEKLAMASI PUISI

Deklamasi berasal dari bahasa Latin “declamare atau declaim” yang memiliki arti membaca suatu hasil karya berbentuk puisi disertai lagu dan gerak tubuh sebagai alat bantu dalam pembawaannya.

Pengertian Deklamasi Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deklamasi adalah penyajian sajak yang disertai lagu dan gaya. Berdekamasi adalah sajak yang disertai gerak dan mimik yang baik. Mendeklamasikan adalah menyajikan sajak dengan berdeklamasi. Deklamasian adalah hasil mendeklamasikan. Pendeklamasian adalah proses atau cara atau perbuatan mendeklamasikan sajak.

Menurut Abdullah Syukur Ibrahim, deklamasi adalah peristiwa seni, yaitu seni mengungkapkan sebuah puisi kepada pendengarnya dengan gerak-gerik, mimik, dan sebagainya. Dengan kata lain, deklamasi merupakan seni bercerita.

Jadi, deklamasi adalah membaca puisi yang dibawakan dengan lagu dan gerak tubuh sebagai alat bantu pembacaan puisi.

Bagaimana Membacakan Puisi?

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan.

1.      Rima dan irama.

Membaca puisi berbeda dengan membaca sebuah teks biasa karena puisi terikat oleh rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun juga terlalu lambat.

2.      Artikulasi atau kejelasan suara.

Suara kita dalam membaca puisi harus jelas, misalnya saja dalam mengucapkan huruf-huruf vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ai/, /au/.

3.      Ekspresi mimik wajah.

Ekspresi wajah kita harus bisa disesuaikan dengan isi puisi. Ketika puisi yang kita bacakan adalah puisi sedih, maka ekspresi mimik wajah kitapun harus bisa menggambarkan isi puisi sedih tersebut.

4.      Mengatur pernapasan, artinya pernapasan harus diatur jangan tergesa-gesa.

Sehingga tidak akan mengganggu ketika membaca puisi.

5.      Penampilan

Kepribadian atau sikap kita saat di panggung usahakan harus tenang, tak gelisah, tak gugup, berwibawa, dan meyakinkan (tidak demam panggung).

6.      Selain hal-hal di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan membacakan puisi yaitu sebagai berikut.

A.    Vokal

Suara yang dihasilkan harus benar. Salah satu unsur dalam vocal ialah artikulasi (kejelasan pengucapan). Kejelasan artikulasi dalam mendemonstrasikan puisi sangat perlu. Bunyi vokal seperti /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ai/, /au/, dan sebagainya harus jelas terdengar. Demikian pula dengan bunyi-bunyi konsonan.

B.     Ekspresi

Ekspresi ialah pengungkapan atau proses menyatakan yang memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, dan perasaan. Ekspresi mimik atau perubahan raut muka harus ada, namun harus proporsional, sesuai dengan kebutuhan menampilkan gagasan puisi secara tepat. Ekspresi dilahirkan dalam bentuk mimic (perubahan raut wajah) dan panto mimic (perubahan gerak anggota tubuh).

C.     Intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo)

Intonasi ialah ketepatan penyajian dalam menentukan keras-lemahnya pengucapan suatu kata. Intonasi terbagi menjadi dua yaitu tekanan dinamik (tekanan pada kata-kata yang dianggap penting) dan tekanan tempo (cepat lambat pengucapan suku kata atau kata).

D.    Lafal

Lafal adalah pengucapan sebuah kata atau bunyi bahasa. Misalnnya kata-kata dalam puisi harus diucapkan dengan jelas. Kata apa harus diucapkan dengan jelas apa.

E.   Volume suara.

Merupakan keras lemahnya pengucapan kata atau bunyi. Memerhatikan volume suara saat mendeklamasikan puisi juga salah satu aspek penting. Kamu dapat memakai volume keras dan lemah saat mendeklamasikan puisi. Keras lemahnya suara sesuai dengan isi puisi. Namun, usahakan pendengar tetap mendengar suaramu. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan menggunakan volume lemah saat membacakan puisi yang menyatakan kesedihan. Saat puisi menandakan kemarahan, kamu bisa membacanya dengan volume lebih keras.

Latihan Membacakan Puisi

1.      Membaca dalam hati puisi tersebut berulang-ulang.

2.      Memberikan ciri pada bagian-bagian tertentu, misalnya tanda jeda. Jeda pendek dengan tanda (/) dan jeda panjang dengan tanda (//). Penjedaan panjang diberikan pada frasa, sedangkan penjedaan panjang diberikan pada akhir klausa atau kalimat.

3.      Memahami suasana, tema, serta makna puisinya.

4.      Menghayati suasana, tema, dan makna puisi untuk meengekspresikan puisi yang kita baca.

Perhatikanlah contoh puisi (sebelum diberikan tanda jeda) berikut ini!

Sajak Matahari

Karya: W.S. Rendra

Matahari bangkit/ dari sanubariku//

Menyentuh permukaan/ samodra raya.//

Matahari keluar dari mulutku,/

menjadi pelangi di cakrawala.//

Wajahmu keluar/ dari jidatku,//

wahai kamu,/ wanita miskin!//

kakimu terbenam/ di dalam lumpur.//

Kamu harapkan beras/ seperempat gantang,//

dan di tengah sawah/ tuan tanah menanammu!//

Satu juta lelaki gundul/

keluar dari hutan belantara,//

tubuh mereka terbalut lumpur/

dan kepala mereka berkilatan/

memantulkan cahaya/ matahari.//

Mata mereka menyala/

tubuh mereka menjadi bara/

dan mereka membakar dunia.//

Matahari adalah cakra jingga/

yang dilepas tangan/ Sang Krishna.//

Ia menjadi rahmat/ dan kutukanmu,/

ya,/ umat manusia!//

Tanda jeda uyang diberikan di naskah puisi merupakan langkah awal dalam pembacaan puisi. Dengan tanda baca diharapkan pembacaan bisa dilakukan secara tepat sehingga makna puisi bisa disampaikan kepada pendengar secara tepat.

Nah,sekarang silakan dipilih sebuah puisi untuk mepraktekkan teknik deklamasi puisi. Pahami secara baik isi puisi dan makna puisi, beritanda pada naskah puisi dan mulailah untuk membacakan puisi tersebut.

II.                Musikalisasi Puisi

Tentunya kalian pernah menonton sebuah puisi yang kemudian dinyanyikan atau diiringi musik dalam membacakannya. Beberapa musisi yang sering memusikalisasi puisi diantaranya, Crisye, Bimbo, Ebit G Ade, Uly Sigar Rusadi serta Iwan Fals dan lain sebagainya.

Contoh syair puisi dimusikalisasi.

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Lirik : Taufiq Ismail

Lagu: Chrisye

Akan datang hari

mulut dikunci

Kata tak ada lagi

Akan tiba masa

tak ada suara

Dari mulut kita

Berkata tangan kita

Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita

Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita

bila harinya

Tanggung jawab tiba

Rabbana…

Tangan kami…

Kaki kami…

Mulut kami…

Mata hati kami…

Luruskanlah…

Kukuhkanlah…

Di jalan cahaya….

sempurna

Mohon karunia

kepada kami

HambaMu yang hina

Lagu tersebut merupakan puisi yang dinyanyikan dengan iringan musik. Inilah yang disebut dengan musikalisasi puisi. Tujuan musikalisasi puisi adalah memudahkan pendengar memahami makna puisi yang ingin disampaikan penyairnya. Selain itu, dengan dijadikan nyanyian, sebuah puisi akan lebih mudah diingat oleh pendengarnya.

Silakan dipilih beberapa file yang terdapat di youtube untuk menonton video musikalisasi puisi. Setelah memahami kalian bisa mepraktekkan ilmu tersebbut, baik hanya dalam bentuk deklamasi puisi ataupun musikalisasi puisi.

Daftar Pustaka

Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. BUku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas X. Revisi 2017. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Jakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_pertunjukan.

Bagaimana Anak Muda!?

Bagaimana Anak Muda?

Sebuah tanya yang identik dengan jawaban yang panjang dan komplit. Harus dijawab dengan segala macam bentuk argumen dan didukung oleh data yang akurat. Sudah siap untuk menjawabnya? Hai … Ya kamu (anak muda) yang sedang membaca tulisan ini.

Apa alasan kamu lagi? Masih mengatakan tugas numpuk, jadwal padat? Tidak fokus?

Beberapa waktu yang lalu, disebarkan jadwal yang yang detil tentang kegiatan di rumah. Kalian protes dengan setriliunan alasan. Nah … Sekarang ada yang menagih kalian untuk menunaikan sebuah pembiasaan yang konon katanya saat di sana sudah biasa.. Tapi sekarang tidak terlaksana! Ingat satu hal, kalian sudah di rumah masing-masing, bukan di sana! Kalau di rumah tentunya sudah lebih mampu mengelola penggunaan waktu. Tapi kenyataannya? Hanya ilusi saja! Jadi, yang bermasalah siapa? Silakan jawab di hati paling dalam.

Ada tantangan untuk menunaikan sebuah perintah Allah. Tantangan itu sebetulnya sangatlah sederhana kalau tidak mau dikatakan mudah. Apa tantangannya? Bangun malam dan lakukan qiyamul lail. Berapa banyaknya? Hanya delapan rakaat. Serta witir tiga rakaat. Kemudian paginya lakukan Dhuha delapan rakaat. Apakah itu berat? TIDAK. Kenapa bisa tidak terlaksana? Karena kalian tidak memiliki mental pejuang. Tidak memiliki semangat menjadi petarung. Tidak mau menjadi generasi yang spesial. Hanya mau menjadi generasi biasa-biasa saja.

Jadi, kalau kemaren kalian berdalih kegiatan yang padat. Waktu yang tidak ada, itu hanyalah alasan tidak mendasar. Masalah terbesar terletak di kemampuan diri mengelola waktu, mengelola keadaaan dan mengelola semangat perjuangan.

Itulah masalahnya.

Sekarang jadilah generasi yang mencoba mencari pemecahan masalah tersebut. Karena yang mampu memecahkan masalah tersebut ya diri sendiri.

Mengharapkan pertolongan dari orang lain? Orang lain hanya berada di luar diri kalian. Mereka hanya mampu memberikan sugesti, memberikan semangat. Kalau orang yang disugesti dan disemangati tidak mau berubah mau bagaimana lagi? Hanya satu peluang terbesar dari orang-orang yang berada di lingkungan kalian yaitu berdo’a. Berdoa ke sang pemilik jiwa. Berdoa ke sang pemilik waktu. Agar kalian diberikan kemampuan untuk menjadi generasi petarung dan generasi pejuang. Ummat menunggu kiprah kalian.

Tetap semangat semoga Allah membukakan pintu kebaikan dan inspirasi buat kalian untuk menjadi generasi yang betul betul mampu sebagi tumpuan bagi ummat.

Selamat berjuang Nak!

MENGGUNAKAN METODE AKROSTIK UNTUK MENCIPTA PUISI

Secara umum orang mengatakan Puisi Akrostik ini digunakan sebagai media bagi pemula untuk menuangkan ide dalam bentuk puisi.

Akrostik berasal dari bahasa Prancis acrostiche danYunani akrostichis. Memiliki arti sebuah sajak yang huruf awal baris-barisnya menyusun kata. Puisi arkostik biasanya membicarakan apa yang menjadi susunan huruf yang membentuk sebuah kalimat di awal baris. Judul puisi merangkap sebagi isi yang akan diungkapkan dalam uraian kata-kata dalam puisi tersebut.

Pola rima dan jumlah larik dapat bervariasi karena puisi akrostik lebih dari puisi deskripsi yang menjelaskan kata yang dibentuk.

Akrostik mungkin terdengar rumit, padahal tidak! Hanya harus mengingat huruf pertama dari tiap baris, yang jika dibaca secara vertikal akan mengeja judul puisi tersebut. Judul umumnya satu kata, tapi bisa lebih jika suka dan mampu.

Langkah-langkah menulis Puisi Akrostik

  1. Pesiapan segala keperluan untuk menulis

Persiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung penulisan puis, seperti pulpen, buku, laptop atau smartphone. Juga mempersiapkan hati, kefokusan

2. Pengalaman menarik diabadikan

Kenangan tentang sebuah kejadian yang menjadi sebuah memoar bisa dijadikan judul. Judul sekaligus sebagi topic yang akan diangkat.

3. Urut secara vertikal awalan judul

Mengurut judul secara vertical.

Contoh judul puisi kita JANJI, maka diurut secara vertical dan ditebalkan.

JANJI

J                         

A

N

J

I

4. Mulailah menyusun kata menjadi kalimat

Disusun secara apik sehingga membentuk makna sesuai dengan gagasan awal.

Contoh

JANJI

J alinan persepi yang menguatkan

A antara iya, tiada danakan

N uansa yang tak pernah lelap, bagai baying tak pernah pergi dari badan

J ulurkan waktu untuk menepati

I ngkar bukan prilaku amanah

5. Kembangkan imaji

Pengarang harus mampu mengembangkan indera terus berkembang sehingga bisa merasakan baik secara penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasaan, ataupun perabaan.

6. Manfaatkan gaya bahasa.

Maksimalkan penggunaan majas smile (bak, bagaikan, laksana, seumpama, dll) dan majas metafora (menyamakan sifat benda dengan prilaku mahluk hidup). Sehingga tercipta nuansa tertentu  dari  yang disampaikan.

7. Diksi yang tepat  tetap dalam pilihan utama.

Pilihan kata yang tepat akan menggambarkan daya cipta maksimal, sehingga nuansa sastra masih terjaga.

8. Editing

Lakukan editing terhadap tulisan yang dibuat. Editing bisa dilakukan untuk memilih kata yang tepat dan sesuai dengan makna yang terdapat dalam topik. Kata-kata yang bermakna abstrak bisa dicarikan sinonoim sehingga bisa lebih konkret.

9. Simpan puisi akrostik

Jika dirasa cukup puisi bisa dibukukan.

Contoh

RUANG RINDU

Ahdati Warman

Resah menggerayangi seumpama malam tak berbintang

Undukkan waktu tertekan asa

Asa yang mengendap bagai lumpur dalam tempayan

Nanar waktu berpencar menggapai selembar mimpi

Gamang sekedar berharap menatap wajah sucimu

Renyah menggigit di tepian hati yang tertekan harap

Ingin menatap kesejukkan suci relung terindah

Nelangsa diri bergumul dalam rintihan dosa

Dari sepucuk doa peneduh bagai mengharap setetes air di padang pasir

Untuk menggapai harap dibimbing syafaatmu ya Rasulullah

Demikian kupasan kita mengenai memanfaatkan metode akrostik dalam menulis puisi.

Mulailah menulis puisi dalam bentuk akrostik.

PUISI: MENGANALISIS UNSUR PEMBANGUN PUISI

PUISI adalah karya seni tertulis yang berisi ungkapan perasaan dengan menggunakan bahasa yang bermakna semantis serta mengandung irama, rima, dan ritme dalam penyusunan baris dan baitnya.

Puisi secara umum dibangun oleh dua unsur utama, yaitu unsur Instrinsik dan Unsur Ekstrinsik

Unsur Instrinsik adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam naskah puisi.

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar naskah puisi.

I.                    Unsur Instrinsik

Unsur intsrinsik terdiri atas dua bagian utama, yaitu Struktur Batin dan Struktur Fisik.

Struktur Batin adalah struktur yang tergambar dari emosi atau pergerakan perasaan dari penulis

A.      Struktur Banting itu

1.       Tema

Tema adalah gagasan pokok yang melandasi lahirnya sebuah puisi

Tema ini cerminan utama sebuah tulisan.

2.       Rasa

Rasa atau feel adalah pengungkapkan sikap yang dilakukan oleh penyair tentang tema/ permasalahan yang diangkat dalam puisi

3.       Nada

Nada atau tone berhubungan dengan tema dan rasa. Pensyair bisa mengungkapkan nada secara mendikte, menggurui, menunjuk, sombong, taat, patuh, penurut ataupun pembangkang

4.       Amanat

Amanat ada hubungan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh penysair dalam puisi.

B.      Struktur Fisik

1.       Diksi (pilihan kata)

Bagaimana si pensyair memilih kata-kata yang tepat. Sesuai dengan tema yang diangkat.

2.       Gaya Bahasa

Penggunaan beberapa majas yang membuat syair semakin berisi dan berjiwa.

3.       Rima

Pengulangan suku kata baik di awal, di tengah ataupun di akhir baris dalam satu bait puisi

4.       Tipografi

Bentuk penyusunan baris atuapun bait dalam puisi, yang mampu menggambarkan isi atau maksud puisi tersebut.

5.       Rasa

Rasa biasa juga disebut sebagai emosional penulis yang terlibat dalam pemilihan kata-kata sehingga bisa menggambarkan kemarahan, kesedihan, keharuan, kebencian, keheranan, dll

6.       Amanat

Pesan yang disampaikan oleh penulis dalam rangkaian cerita puisi

7.       Nada

Sikap pensyair terhadap si pembacanya, apakah mengembangkan sikap rendah hati, rendah diri, sombong, menggurui, dan mendikte atau persuasif.

8.       Enjabemen

Pemotongan frasa atau kalimat diakhir larik. Dan memulai dengan larik tersebut, hal ini dillakukan untuk memberikan penekanan pada apa yang ingin disampaikan.

9.       Akulirik

Penokohan yang tergambar dari rangkaian larik-larik,

10.   Citraan

Gambaran imaji yang disampaikan oleh pensyair dalam setiap pilihan kata dan itu juga mempengaruhi si pembaca.

11.   Kata konkret

Penggunaan kata-kata yang tepat maknanya atau bermakna denotasi

12.   Perasaan (feeling)

Sikap penyair taehadap isi puisinya, seperti simpati, empati, konsisten, senang, sedih atau kecewa dan lain sebaginya.

13.   Ritma

Panjang pendeknya atau tinggi rendahnya ataupun keras lemahnya bunyi dalam setiap kata dalam baris maupun bait puisi.

II.      Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur dari faktor luar yang ikut mendukung lahirnya sebuah puisi.

Terdiri atas

1.       Unsur biografi

2.       Unsur nilai-nilai dalam masyarakat

3.       Keadaan sosial budaya dan ekonomi dalam suatu kelompok masyarakat.

Contoh Analisis Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Puisi

AIR LAUT

Air laut berlari menggapai pantai

Detik demi detik berlalu tak pernah lelah

Apa yang engkau cari?

Apakah engkau takut kehilangan pantaimu?

Gemuruhmu memancing hati melempar tanya

Menemukan Jawaban

Dari butir yang berlari menyampaikan pesan

Jawab memecah seiring derai air leburkan diri.

Rasamu asin mengenali lidah

Percikanmu mengenai mencari rasa

Agar engkau dikenali

Siapa engkau!

Unsur Instrinsik

Struktur Batin

1.       Tema : Air Laut

2.       Nada  : Tenang dan penuh tanda tanya atas kejadian alam

3.       Rasa   : kekaguman atas kejadian alam

4.        Amanat : mensyukuri setiap kejadian dan ciptaan Allah Swt

Struktur Batin

1.       Diksi            : Pilihan kata – kata sederhana melihat air laut yang selalu menepi ke pantai

2.       Gaya Bahasa :

Personifikasi

Air laut berlari menggapai pantai

 Air tidak memiliki kaki tapi bisa berlari, yang bisa berlari hanya makhluk hidup yang memiliki kaki.

3.       Rima

Air laut berlari menggapai pantai

Rima yang terbentuk di tengah dan diakhir baris, disini pada kata berlari menggapai pantai.

 Rima akhir di baris pertama dan bariske ketiga di baris ketiga

Air laut berlari menggapai pantai

Detik demi detik berlalu tak pernah lelah

Apa yang engkau cari?

4.       Tipografi

Tersusun atas tiga bait dengan masing-masing bait tediri atas  empat baris.

5.       Rasa

Kekaguman pensyair yang dituangkan dalam kata-kata melihat keadaan air laut yang terus menggapai pantai.

6.       Amanat

Bersyukur ciptaan Allah Swt yang menciptakan alam dengan segala kesempurnaanNya.

7.       Rasa

Kerendahan hati si penyair akan keadaan alam sekitar.

8.       Enjabemen

Tidak ada

9.       Aku lirik

Sudut orang pertama yang mengalami kejadian alam

10.   Citraan

Penglihatan

Air laut berlari menggapai pantai

Jawab memecah seiring derai air leburkan diri.

Perasaan

Apakah engkau takut kehilangan pantaimu?

Pendengaran

Gemuruhmu memancing hati melempar tanya

Pengecap

Rasamu asin mengenali lidah

11.   Kata konkret

Air laut berlari menggapai pantai

Makna kata air laut dan makna kata pantai adalah makna yang sebenarnya

12.   Perasaan

Simpati dan berempati atas kejadian alam yang terus mengikuti perintah Allah Swt.

13.   Irama

Kesyahduan mengikuti irama alam

Unsur ekstrinsik

1.       Nilai Religius: menghargai ciptaan Allah Swt. Mengakui keagungan atas ciptaan Allah Swt.

2.       Biografi          pengarang yang menghargai ciptaan Allah Swt.

Episode 3: TOURING “BOGOR – BUKITTINGGI” BERDUA MENJELAJAH LINTAS TENGAH SUMATERA .

Hari Senin/ 19 Desember 2019

 Malam berlalu dengan tenangnya. Walau tidur di SPBU di selasar Mushola tapi tidurnya nyenyak sekali. Sekitar pukul 03.00 kami telah bangun. Tidak lupa untuk mandi dan sejenak menghadap ke Allah untuk memberikan laporan atas perjalanan yang telah dilakukan. Alhamdulillah masih dibeikan kesempatan untuk bersujud padaNya.

Sekitar pukul 03.30 WIB kami mulai menyusuri jalan menuju kota Sungai Dareh. Gelap masih menggantung saat kami menyusuri jalan di kota Sungai Dareh. Tidak lama setelah itu kamipun memasuki kota Dhamasraya, kota yang konon dulunya berdiri megah sebuah kerajaan Melayu. Saat menyusuri jalan ini kami sering berpapasan dengan mobil. Baik mobil pribadi atau mobil yang membawa barang ataupun bus sedang dan besar. Nah, pada saat berpapasan dengan mobil-mobil tadi ada hal yang sangat menganggu, berkas cahaya dari mobil yang berada di depan seringkali tidak mengindahkan pengendara yang ada di arah berlainan. Setelah diberikan kode baru mereka mengubah jangkauan lampu, tapi masih ada saja sopir yang  tidak mau memberikan mempedulikannya.

Sekitar pukul 07.00 kami sampai di kota Solok. Kota masih dalam keadaan sepi dan jalanan masih lengang, jadi agak leluasa mengendarai motor. Karena perut mulai keroncongan kami mampir ke penjual sate dan lontong khas Minang. Ada sate lontong dengan kuah kacang serta ketupat gulai, menikmati pagi dengan kehangatan katupek gulai. Sabana lamak!

Selesai menikmati katupek gulai, kamipun memulai perjalanan lagi. Meneruskan jalan ke arah Bukittinggi. Tapi sebelum sampai di Bukittinggi kami menyempatkan untuk mampir di Dana Singkarang. Danau yang dilalui sepanjang jalan mulai dari Pasar Sumanik samapi ke ombilin. Terasa angina sepoi yang membelai pipi. Walau menggunakan jaket yang tebal dan helm full tapi rasa dingin masih menyelinap ke dalam kulit. Brrrrrrrrr …. Dingin sekali. Tidak mau melewati kesempatan ini, kamipun mampir sebentar. Sekedar menikmati dinginnya air danau, rasa sejuk yang membalut seluruh air seakan memanggil untuk menceburkan diri. Rayuan gemercik air akhirnya betul-betul menggoda. Spontan aku membuka pakaian dan langsung menyebur kedalam air dana. “Uiiiiiiiiiiiiii … mantaps … segar sekali,” ujarku seketika saat telah membenamkan diri di dalam danau. Sekalian berniat untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel di tubuh selama perjalanan. Tidak usah lama-lama karena dikejauhan terlihat awan yang kian menghitam mengelilingi  sekitaran danau. Benar saja, selesai berganti pakaian dengan yang lebih baru, titik titik hujan mula terasa berjatuhan di kulit.

Segera memapah si Glebor untuk beranjak dari tepian danau. Ditemani rintik hujan yang kian rapat roda motor terus berpacu. Semabari berjalan tak lupa terus bersyukur karena nikmat Allah yang teramat indah di hadapan. Hamparan danau yang luas dengan hembasan riaknya yang menyibak pendegaran.

Kota Padang Panjang kami lewati tanpa halangan, terus menyusuri jalan menanjak menuju kota Bukittinggi. Jalan ini lebih ramai, terlihat tumpukkan mobil yang terhalang da;lam melakukan perjalanan. Jalan Raya dari Bukittinggi ke Padang ini sekarang terasa sekali kian padat. Inilah jalan yang menghubungkan kota-kota dari Bukitinggi, Payakumbuah, Lubuak Sikapiang, dan Pasaman, serta dari daerah Riau dan Sumatera Utara yang akan menuju kota Padang dan sekitarnya.

Jam Gadang sudah terlihat di depan mata, kian gagah saja berdiri di tengah kota. Masih di tempat yang sama tidak beranjak sedikitpun dari titik semula. Di titik yang ditemui saat dulu masih kecil-kecil sering bermain di taman Jam Gadang. Taman yang sekarang sudah semakin modern, tapi sayang pohon-pohon rindang yang dulu menghiasi taman sekarang sudah tidak ada. Sekarang sudah berganti dengan pohon lain. Dengan pohon yang berbeda menghasilkan suasana yang juga berbeda. Tidak ingin berlama-lama tenggelam dengan kenangan masa kecil. Aerox kemudiann dipacu untuk segera sampai di rumah. Sekitar pukul 10.00 WIB sampailah di kediaman Ibu. Lebih tepatnya kediaman Ibu mertua.

Alhamdulillah, Allah memberikan perlindungan sehingga bisa selamat sampai di rumah. Sungguh syukur yang tidak terhingga karena tanpa adanya pertolongan Allah selama perjalanan bisa jadi perjalanan ini akan menghasilkan cerita lain.

Tiga hari dua malam perjalanan ini dilakukan, Berangkat dari Bogor hari Ahad, tanggal 22 Desember 2019, sekitar pukul 06.00 mulai melangkah dari rumah, sampai di rumah di daerah Durian, Kamang Mudiak, Sumatera Barat sekitar pukul 10 WIB di hari Selasa tanggal 24 Desember 2019. Menghabiskan uang untuk pembelian BBM sekitar Rp. 400.000. Dan yang dikeluarkan untuk jajan dan makan selama perjalanan sekitar Rp. 200.000. Biaya menyeberang dengan  kapal Roro untuk motor dengan besar mesin 155 cc, Rp. 51.000. jadi total pengeluaran selama perjalanan Rp. 651.000. Bagaimana dengan penginapan? Menginap dilakukan dengan memanfaatkan POM SPBU yang memiliki aula atau mushola yang luas. Perjalanan yang sangat sederhana tapi menghasilkan pengalaman yang memuaskan.

 Kota-kota yang dilewati;

Provinsi Sumatera Barat

  1. Bukittinggi
  2. Padang Panjang
  3. Solok
  4. Dhamasraya
  5. Kiliran Jao
  6. Sungai Dareh

Provinsi Jambi

  1. Muara Bungo
  2. Bangko
  3. Sarolangun

Provinsi Sumatera Selatan

  1. Lubuk Linggau
  2. Tebing Tinggi
  3. Lahat
  4. Muara Enim
  5. Prabumulih
  6. Baturaja
  7. Martapura
  8. Palembang
  9. Pagaralam

Provinsi Lampung

  1. Blambangan Umpu
  2. Bukit Kemuning
  3. Kota Bumi
  4. Bandar Jaya
  5. Kalianda
  6. Bakauheni

Provinsi Banten

  1.  Merak
  2. Cilegon
  3. Serang
  4.  Tigaraksa

Provinsi Jawa Barat

  1. Tenjo
  2. Jasingan
  3. Lw. Liang
  4. Ciampea

EPISODE 2: TOURING “BOGOR – BUKITTINGGI” BERDUA MENJELAJAH LINTAS TENGAH SUMATERA,

Hari Senin/ 18 Desember 2019

 Sekitar pukul 03.00 WIB saya terbangun, langsung bergegas ke kamar mandi. Tidak lupa membawa peralatan mandi dan pakaian ganti. Selepas bebersih, langsung menunaikan sholat Tahadjut. Baru setelah selesai sholat, saya membangunkan istri untuk segera beberes, karena perjalanan akan segera dilanjutkan.

Sekitar pukul 04.00 WIB kami melanjutkan perjalanan. Penerangan dari lampu jalan cukup membantu perjalanan. Cahaya lampu dari si gleborpun sangat terang untuk keadaan yang gelap di lintas Martapura menuju Baturaja. Perjalanan dilakukan dengan santai, ku lihat speedometer menunjuk angka 40-50 km per jam. Kecepatan yang standar untuk perjalanan malam menjelang subuh. Kita juga harus mengantisipasi jika ada binatang yang tiba-tiba melintas. Jalanan yang kami tempuh dalam keadaan baik, hanya pada beberapa titik terdapat jalan yang rusak.

Tak terasa, Azan Subuh pun bergema, di penunjuk speedometer terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB. Beberapa penduduk sudah nampak keluar rumah untuk menuju ke masjid terdekat. Sembari berjalan kami mencari masjid yang bisa disinggahi untuk menunaikan sholat. Akhirnya kami menemukan masjid di pinggir jalan yang terdapat diantara beberapa rumah penduduk. Alhamdulillah, masih diizinkan oleh Allah untuk menunaikan kebutuhan ini.

Selesai menunaikan sholat Subuh, kembali kami memacu si glebor menuntaskan pertualangan di jalan lintas Sumatera. Kota Baturaja ada di depan, selanjutnya kami akan melewati Tanjung Enim. Selepas itu akan melewati Muara Enim, kemudian Lahat. Ini merupakan daerah-daerah yang dari segi keamanan sangat rawan.   

Di daerah Muara Enim, ada Simpang Meo yang terkenal sebagai daerah pemalakkan. Apalagi kalau kita menempuh daerah ini dikala malam hari. Makanya, jika sudah lebih dari pukul 21.00 WIB disarankan tidak melewati jalan ini lagi. Atau kalau masih mau melakukan perjalanan malam, maka carilah teman untuk konvoi agar  bersama-sama melewati daerah ini. Tapi untuk jalan yang ditempuh jalan cukup mulus, hanya pada beberapa tempat ada bagian yang rusak. Kiri kanan kita akan disuguhkan hutan belantara, pada beberapa bagian akan terdapat perkebunan sawit ataupun pekebunan karet. Diajak untuk memperlihatkan kemampuan mengendarai kendaraan, banyak tikungan yang menantang adrenalin. Berasa seperti seorang pembalap Moto GP ha … ha …  ha …

Selepas Muara Enim kita akan memasuki daerah Lahat. Di kiri kanan jalan akan disuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Hutan belantara terkembang luas, kadang kita dihadapkan jurang yang sangat dalam. Nah perlu kehati-hatian menempuhnya. Melewati daerah sini usahakan pada siang hari, karena keadaan daerah yang seperti itu. Siang saja sepi apalagi malam. Jalan berliku-liku adalah santapan yang bagus bagi sang petualang, apalagi kalau melintasinya dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sempurna dah pertualangan yang dilakukan.  Kami waktu melewati daerah ini masih tergolong pagilah, sekitar pukul 10.00 WIB.

Perjalanan terus kami lanjutkan, Tebing Tinggi kami jelajahi. Topografi daerah hampir sama dengan keadaan di daerah sebelumnya. Daerah perbukitan, kiri kanan bertemu dengan hutan belantara atau hutan sawit. Hanya pada beberapa tempat terdapat rumah masyarakat. Keadaan jalan waktu itu tidak terlalu rame, tapi ada beberapa mobil pribadi yang berada di depan ataupun di belakang. Keberadaan beberapa mobil memberikan rasa nyaman saat melewati jalanan yang terkenal dengan keangkerannya. Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB keadaan jalanpun cukup bagus. Hanya pada beberapa titik terlihat ada lubang, tapi kehati-hatian tetap mejadi pilihan utama dan juga berserah diri pada Allah, agar diberikan kemudahan dan kesabaran dalam perjalanan.

Lepas dari daerah Tebing Tinggi, kami melewati daerah Lahat. Daerah yang juga terkenal dengan keangkeran perjalanan. Apalagi kalau perjalanan itu dilakukan saat malam hari. Siang yang terang terasa sepi, apalagi kalau perjalanan dilakukan pada malam hari.  Selama perjalanan beberapa kali berpapasan dengan bus. Baik bus yang akan melakukan perjalanan ke daerah Jambi, Palembang, Pekanbaru, dan Padang, ataupun ke Medan serta Aceh. Topografi daerah yang berbukit berdampak jalan yang juga berkelok-kelok. Tapi keadaan jalan yang ditempuh dalam keadaan cukup baik, hanya pada beberapa titik terlihat jalan yang baru saja ditambal. Kiri kanan kita disuguhi perkebunan kelapa sawit dan karet serta hutan belantara. Kalau berjalan malam tentunya daerah ini termasuk daerah yang seram, apalagi kalau melintas hanya satu kendaraa. Perlu perhitungan matang untuk melewati daerah ini. Pada waktu kami melewati jalan ini waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 – 12.00 WIB.

Sekitar pukul 12.10 kami sampai di SPBU, sebelum memasuki kota Lubuk Linggau. Sejenak kami istirahat disini, selain karena tangki si Glebor juga harus diisi, perut kami juga sudah saatnya diisi. SPBU yang cukup luas, ada deretan toko, salah satunya toko swalayan. Sebuah masjid berdiri kokoh di dalam komplek SPBU. Tempat parkir yang juga cukup luas, saat kami mulai berhenti kemudian disusul oleh beberapa kendaraan lain. Dari plat nomornya terlihat, kendaraan tersebut ada yangberasal dari Lampung, Jambi dan tentunya dari daerah sekitar. Memanfaatkan waktu istirahat dengan memesan beberapa makanan kecil dari pedagang asongan yang terdapat di SPBU ini.

Sekitar pukul 13. 10 WIB kami melanjutkan perjalanan, menuju kota Lubuk Linggau. Jalan yang ditempuh cukup bagus tapi berkelok-kelok. Sekitar 20 menit kemudian kami bertemu dengan bundaran, ada empat alternative jalan yang ada di hadapan. Karena kita menuju ke Lubuk Linggau makan jalan diambil mengarah lurus, jadi sedikit memutar kearah kiri Bundara. Jalan terus lurus, selepas bundaran akan bertemu dengan Kantor Mapolres Lubuk Linggau di sebelah kiri jalan sedangkan sebelah kanan Masjid Agung Musi Rawas Darussalam. Masjid yang besar dengan halaman yang luas bercat dominan warna hijau.

Selepasnya kami teruskan perjalanan jalan yang sangat mulus. Tapi kali ini kami tidak melewati jalan kota, sebelum ke kota ada pertigaan, kami masuk kearah kanan, ternyata bus juga melewati jalan ini. Kata beberapa pengendara ini merupakan jalan yang biasa ditempuh oleh bus, supaya tidak terjebak di kemacetan kota. Melewati jalur ini bisa menghemat waktu tempuh sampai 30 menit.

Selanjutnya jalan yang kami tempuh antara kota Lubuk Linggau menuju ke Sarolangun terasa sangat mulus. Sangat jarang kami menemui jalan yang rusak. Dengan kontur jalan yang lurus, di beberapa titik ada tikungan tapi tidak seperti menempuh daerah Tebing Tinggi. Di sini memancing adrenalin untuk menggeber kemampuan si glebor. Dengan aliran darah yang kian memacu, gas terus dinaikkan sampai kecepatan terakhir. Mentok di angka 115 km per jam kemapuan si glebor membawa kami berlari. Mantapnya kemampuan aerox ini, dengan kecepatan segitu tidak membuat motor bergoyang, tetap berlari kokoh dan kian mantaps untuk diajak berpacu.

Istirahat sejenak di SPBU Lubuk Linggau Sumatera Selatan

Kota Sarolangun kami tinggalkan dengan hanya melewati bak angin berburu waktu. Kami akan menuju kota Bangko dan Muaro Bungo. Waktu yang kian sore, memancing gairah untuk mempercepat waktu perjalanan sehingga bisa sampai di waktu yang lebih tepat. Dengan jarak 154 km akhirnya disaat azan Maghrib bergema kami sampai di kota Muara Bungo.  Mampir sebentar di Masjid pinggir jalan untuk menunaikan sholat Maghrib. Selesai sholat kami teruskan perjalanan. Pemandangan sore yang sangat menyenangkan, banyak penduduk yang keluar, ternyata berburu durian. Ya … saat ini dari daerah Sumatera Selatan sampai Jambi sedang musim buah Durian. Di sepanjang jalan terlihat penduduk banyak membuka lapak untuk berjualan. Semarak wewangiannya tercium pada saat kami melewatinya. Tidak mau melewati kesempatan ini, kamipun mampir untuk menikmati durian asli yang jatuh dari pohon. Untuk seukuran bola futsal dijual sangat murah, tapi ini tergantung proses tawar menawar. Kami bisa menukarnya dengan uang 15.00 perbuahnya, tapi rasanya itu sangat mengigit di lidah. Wah … dibayar tunai keinginan merasakan durian jambi yang terkenal lezat dan gurih.

Puas menikmati durian Jambi, kami pun melanjutkan perjalanan. Di jam jarum sudah menunjukkan ke pukul 19.30 WIB. Saatnya melanjutkan perjalanan, untuk mencapai Bukittinggi masih harus melahap 305 km lagi. Baru beberapa menit melakukan perjalanan, perut berkeruyuk pertanda sudah saatnya diisi. Di pinggir jalan banyak terdapat penjual makanan, baik makanan kecil ataupun makan berat. Mata tertuju ke penjual pecel ayam/ lele. Langsung saja mengarah ke sana. Belum sempat memberhentikan motor, bau yang sangat wangi semarak keluar dari penggorengan di warung ini. Hal ini semakin membuat perut memberontak untuk segera diisi.

Sedap sekali … nyam – nyam, apalagi sambalnya, sesuatu banget. Selesai menyantap nasi pecel dengan ayamnya kami mulai berberes untuk segera melanjutkan perjalanan. Waktu sudah menunjuk ke pukul 20.30 WIB. Jalanan kota masih cukup ramai oleh anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan atau lalu lalang di jalanan. Nampak sepanjang jalan beberapa komunitas motor memarkir kendaraanya dengan pengemudinya asyik bercerita ngolar ngidul.

Sekitar sejam setengah perjalanan dilakukan, kami bertemu dengan SPBU Saumil, tidak jauh dari pertigaan Saumil. Dengan pertimbangan banyak hal akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di sini. Akan menghabiskan malam di mushola SPBU kemudian akan melanjutkan perjalanan di esok harinya. Tanpa membuang waktu segera diparkirkan kendaraan tidak jauh dari Mushola, kelihatan beberapa pengendara lain juga sudah ada. Beberapa mobil yang akan melakukan perjalanan jauh terparkir di deretean parkir depan Mushola. Kelihatannya pengemudinya juga kelelahan dan ingin mengistirahatkan badan di sini, agar esok mempunyai stamina yang baik untuk meneruskan perjalanan. Tapi, dari sekian banyak kendaraan hanya kami yang roda dua dengan plat nomor F lagi. Beberapa pasangmata ,menatap kearah si glebor diikuti telunjuk yang menelisik keberadaan si glebor. “Itu dari Bogor tuh”. Barangkali itu salah satu kalimat yang keluar dari mulut mereka. 

Truk Menjadi Teman Selama Perjalanan
Mampir Di SPBU

Bersambung ke Episode 3

EPISODE 1 : TOURING “BOGOR – BUKITTINGGI” BERDUA MENJELAJAH LINTAS TENGAH SUMATERA

Berpose Sebelum Berangkat

Hari Minggu/ 17 Desember 2019

Mentari pagi itu menatap dengan senyumannya. Di balik awan pagi dia menampakkan senyuman. Terlihat semburat warna cerah, seakan menyambut kepergian kami untuk sejenak meninggalkan kota Bogor. Ya … pagi itu, bersama istri dengan menaiki motor kesayangan mencoba menjelajah lintas Tengah Sumatera dari Bogor menuju Bukittinggi.

Sapaan mentari pagi seakan mengingatkan perjalanan ke depan penuh dengan tantangan. Tantangan yang harus ditundukkan. Ditundukkan dengan segala kerendahan hati tapi dengan kecakapan tertentu. Tidak mudah memang tapi semua harus dilakukan. Tidak ada yang tidak bisa, semuanya bisa dilakukan asal kita berserah diri pada Allah. Yups … merupakan hal paling utama, melakukan perjalanan yang jauh tentunya tidak melupakan kekuatan Allah yang ada di atas segalanya.

Sebelum hari menentukan ini kami temui, beberapa hari sebelum berangkat, kami mencoba mencari beberapa data terkait keberangkatan. Apa saja diantaranya? Berapa jarak Bogor Bukittinggi? Berapa lamakah perjalanan yang harus ditempuh? Kota mana sajakah yang harus dilewati? Mau melewati Lintas mana? Apakah tengah, timur atau barat? Di manakah kalau ingin istirahat? Sekali berapa masuk ke SPBU? Bagaimana dengan makan, minum ataupun snak? Seberapa banyak harus dibawa? Bagaimmana dengan jalanan yang akan ditempuh? Bagaimana kalau selama perjalanan bertemu dengan begal? Apa yang harus dilakukan? Untuk perjalanan malam bagaimana? Semua pertanyaan itu seakan menggunung di otak. Mencoba untuk bisa mengurai satu persatu setiap pertanyaan tersebut. Apa wadah yang bisa digunakan untuk menguraikannya?  ya betul, tentunya semua lari ke Internet, kami mencoba unutk mencari jawabannya di mbah google. Alhamdulillah punya sedikit ilmu yang bisa diigunakan untuk berselancar di dunia maya.

Nah dimulailah untuk mengembangkan cakrawala berfikir. Alhamdulillah ada mbah google, seabrek data ada di sana. Ternyata jarak Bogor – Bukittinggi itu sekitar 1,455 km (855 miles), kalau dilakukan perjalanan dengan kendaraan roda dua akan memakan waktu tiga hari dua malam. Wow lama juga. Ini tantangan pertama. Keberangkatan akan dilakukan pada pagi hari, untuk memaksimalkan perjalanan dan waktu yang digunakan selama melakukan perjalanan di siang hari, sedangkan waktu malam akan digunakan untuk istirahat. Maksimal perjalanan malam hari hanya sampai pukul 21.00 WIB.

Perjalanan ini akan melewati enam provinsi; Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi serta Sumatera Barat. Karena melewati Lintas Tengah, maka kota-kota yang akan kita temui selama perjalanan adalah Bogor – Jasinga – Tiga Raksa – Balaraja – Serang – Cilegon – Merak , Bakauheni – Kalianda – Bandar Lampung – Terbanggi Besar – Kotabumi – Baturaja – Tanjung Enim – Muara Enim – Lahat – Lubuk Linggau – Sarolangun – Bangko – Muara Bungo – Sungai Dareh – Gn. Medan – Kiliranjao – Solok – Padangpanjang – Bukittinggi. Total Jarak Tempuh = 1,455 km (855 miles). Informasi diperoleh dari http://id.cutway.net/distance/8715-8723/. Kami akhirnya memilih lintas tengah, jalur yang menurut kami sudah lebih dikenal karena sudah beberapa kali melewati jalur tersebut.

Kebutuhan selama perjalanan sudah disiapkan oleh istri. Sebuah kompor portable kami bawa ditambah dengan sebuah ceret. Jadi, kalau mengalami rasa jenuh  di jalanan kita bisa berhenti dan menikmati secangkir kopi … mmmm dari membayangkannya saja sudah terasa enak. Pakaian ganti selama perjalanan sudah bertengger di dalam bok motor. Untuk bekal selama perjalanan sudah di masak oleh istri. Goreng ayam balado special buatan istri selalu menjadi menu yang dibawa saat melakukan perjalanan ini. Beberapa bungkus nasi sudah disediakan oleh istri, yang akan menjadi bekal selama perjalanan. Nasi bungkus yang disediakan hanya untuk perjalanan awal saja, biasanya kami akan mampir di beberapa rumah makan ataupun tenda pinggir jalan, atau akan makan sate padang, bisa juga pilihannya untuk makan bakso.

Sebelumnya motor juga sudah diservis, oli mesin sudah diganti begitu juga dengan oli garden atau persneling. Pengereman juga sudah dilakukan pengaturan. Dari kesiapan motor sudah sangat siap. Apalagi yang perlu disiapkan? Oh iya … jas hujan, penting atau malah sangat penting, sebagai antisipasi kalau-kalau selama perjalanan dihadang oleh hujan. Jadi tinggal pakai deh …

Beberapa obat-obatan juga disiapkan, terutama obat sakit kepala atau sakit perut. Serta antangin untuk  membawa kehangatan disaat malam menjelang. Tidak lupa beberapa multivitamin untuk menjaga stamina tubuh sehingga bisa tetap stabil melakukan perjalanan. Saya juga membawa beberapa krim hangat untuk mengolesi betis atau otot jika mengalami pegal. Minyak kayu putih juga tidak ketinggalan. Silakan bagi yang punya penyakit tertentu untuk membawa obat yang disesuaikan dengan penyakitnya.

Tambahin Pengikat Box

Nah … hari keberangkatan kami pun tiba. Pagi itu bangun seperti biasa, barang-barang yang akan dibawa sudah berada di dalam bok dan jok motor. Persiapan terakhirpun dilakukan, mengecek pengereman, keadaan angin ban motor dan kekokohan breket motor. Dirasa cukup, “ Hayooo Mam kita mulai melakukan perjalanan …” ajak aku ke Istri yang juga sudah siap dengan perlengkapannya.

Deru mesin motor menderu lembut, kulihat penunjuk jarum keadaan BBM, tangki terisi full, karena semalam sudah diisi penuh. Dimulai dengan salam-salaman dan cipika cipiki dengan dua orang anak yang ditinggalkan, aku memulai untuk manaiki jok motor, diikuti oleh istri. Motor mulai bergerak lembut, suaranya memecah jalanan perumahan, membelah sunyinya perumahan yang belum dibuat ramai oleh penghuni setia. Tidak lama, tiga menit motor sudah berpacu dengan beberapa kendaraan lain yang hilir mudik di jalanan utama Bogor – Jasinga. Aku pacu motoro ke arah Jasinga, butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai di sana. Jalanan yang masih sepi mendukung perjalanan yang dilakukan. Sesampai di Jasinga, Istri mulai jeli melihat pertigaan yang akan mengarahkan kami kearah Tenjo. “Di depan ada pertigaan, Papa ambil pertigaan ke kanan, itu menuju Tenjo,” tutur istri yang bertindak sebagai navigator perjalanan.

Jalanan berupa jalan aspal beton, terlihat baru saja selesai dikerjakan. Beberapa waktu yang lalu jalan Tenjo ini terkenal sebagai jalanan yang sangat rusak. Tapi sekarang jalanan ini sangat bagus dan mulus. Ku pacu si glebor dengan kecepatan standar. Beberapa motor juga terlihat berselisih dengan kami. Terus memacu kendaraan tidak melepaskan diri dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Sekitar 30 menit kami lakukan perjalanan akhirnya bertemu dengan pertigaan yang menunjuk arah Balaraja. Kami mengambil arah balaraja, sekitar 15 menit perjalanan kami bertemu dengan bundaran, dipenunjuk arah tertera, jika ambil jalan ke kiiri maka akan menuju kota balaraja, penunjuk arah ke kanan menunjuk arah ke Serang. Kami mengambil arah Serang. Sekitar lima menit kami sudah bertemu dengan jalan raya Serang. Ambil arah ke kiri menuju Cilegon, sedangkan ke kanan menuju Tangerang. Jalanan semakin rame oleh lalu lalang kendaraan, baik kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat. Dari pengamatan selama perjalanan juga bertemu dengan kendaraaan roda empat, delapan dan malan sampai lebih. Tidak mengherankan, karena kita akan melewati kota-kota yang banyak terdapat komplek Industri.

Tidak lama, kamipun melewati kota Serang, perjalanan menuju kota Cilegon. Di sepanjang perjalanan semakin banyak bertemu truk diesel, truk fuso ataupun kendaraan gandeng. Beberapa diantara mereka akan menuju ke pelabuhan Merak.

Jalan Raya Serang

Empat jam perjalanan kami lakukan untuk bisa mencapai Merak. Sebelum memasuki kawasan darmaga saya sempatkan mengisi BBM, sebetulnya isi tangki masih banyak, ada dua kotak lagi yang tersisa. Tapi tidak apa, nanti setelah keluar pelabuhan di Bakauheni bisa langsung tancap gas tidak perlu lagi ke pom bensin.

Sekitar pukul 10.00 WIB kami sudah sampai di darmaga, sebelum memasuki darmaga saya sempat melihat tanda panah penunjukan arah kapal eksekutif. Tergerak hati untuk mencobanya, saya belokan motor ke arah gerbang kapal eksekutif. Kami ditemui oleh satpam, dari satpam kami memperoleh informasi bahwa, untuk saat ini kapal eksekutif yang membawa sepeda motor belum tersedia. Yah … gagal deh, mencoba kapal yang katanya bergerak cepat sehingga waktu tempuh Merak – Bakauheni hanya membutuhkan waktu 1 jam perjalanan. Memangkas waktu perjalanan 1 – 1,5 jam jika menggunakan kapal regular. Tidak ingin larut dengan rasa kecewa, gas  mulai dinaikan untuk menuju ke darmaga kapal regular.

Sesampai di darmaga, ternyata untuk membeli tiket harus menggunakan e-mony, dengan cekatan co dryver menyerahkan e-mony ke petugas tiket. Tanpa menunggu waktu yang lama tiketpun selesai dibeli, dari struk yang tercetak, co driver menyampaikan tiket seharga Rp. 51.000. kami lanjut menuju kapal yang akan ditumpangi. Saran bagi teman-teman yangakann ikut menyeberang baik dengan menggunakan motor atupun mobil belilah kartu e-mony terlebih dahulu dan pastikan dananya cukup.

Sayang sekali, di dalam area darmaga sangat sedikit informasi yang menunjukkan kapal atau darmaga mana yang sedang melakukan bongkar muat. Sesaat mata melirik kiri – kanan, untuk menemukan petugas atau petunjuk yang memberitahukan keberadaan kapal yang siap untuk dinaiki. Tiba-tiba co driver menunjuk arah depan sebelah kanan, “Arah sana saja Pa,” kata Istri. Langsung tanpa ba – bi – bu,  ditarik pedal gas dan gleborpun meluncur perlahan sesuai arah yang diminta. Ya … di sana sedang terjadi proses kendaraan bongkar muat kapal. Seorang petugas melihat kami dan langsung meminta kartu yang tadi kami terima dari petugas ticketing. Setelah itu kami langsung menaiki kapal, dan diarahkan untuk menuju bagian terbaik untuk parkir.

Oleh petugas kapal kami diarahkan untuk naik ke dek dua. Selanjutnya diarahkan untuk parkir di bagian yang sudah ada beberapa motor yang parkir. Tidak menunggu lama akhirnya kapalpun mulai meninggalkan darmaga Merak. Terlihat isi kapalpun tidak terlalu banyak. Ada beberapa mobil pribadi dan truk, bus penumpang tidak terlihat menaiki kapal ini, barangkali menaiki kapal eksekutif.

Sekitar pukul 11.00 WIB kapal mulai bergerak untuk memulai perjalanan. Perjalanan akan dilakukan lebih kurang selama dua jam, waktu yang cukup untuk menikmati perjalanan ini. Angin laut yang berhembus lembut mengajak kerudung yang digunakan istri untuk menari-nari. Cuaca yang cerah sungguh menampakkan pemandangan yang luar biasa, inilah kuasa Illahi. Sungguh indah ciptaan Allah, maka nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan?

Satu setengah jam sudah perjalanan dilakukan, di depan sudah kelihatan darmaga Pelabuhan Bakauheni, beberapa penumpang mulai bergerak menuju ke motor atau mobil mereka. Sayup-sayup istri mendengar suara Azan Dzuhur yang bergema, “Pa, bagusnya sholat Zuhur dulu, supaya nanti setelah turun dari kapal kita lanjut saja jalan tidak harus berhenti lagi di Musholla,” ujar Istri memberikan usul. “Ok …” jawabku spontan.

Bergegas ambil wudhu, kemudian sholat Dzuhur selepasnya tidak ketinggalan untuk berzikir dan berdoa, “Ya Allah … berilah kami kesabaran, kekuatan, ketenangan dalam melakukan perjalanan ini. jauhkanlah segala bentuk pemasalahan, baik yang dari dari diri kami pribadi, kendaraan atau dari kejadian alam maupun dari niat jahat orang lain. Sesungguhnya engkaulah tempat kami mohon perlindungan, tiada yang lebih berkuasa selain engkau Ya Allah. Maka, perkenankanlah doa kami ini … Aamiin Allahumma Aamiin.” Lirik doa yang ku hamparkan ke hadapan Illahi Rabbi.

Parkir Motor di Atas Kapal Bersama Kendaraan Lain

Sekitar pukul 12.30 WIB kapal sudah merapat ke darmaga, satu persatu pengendara mulai menggerakkan kendaraannya ke arah pintu keluar kapal. Saat pintu sudah benar-benar terbuka dan posisinya sudah kokoh, mulailah kendaraan roda dua melintasi jembatan penyeberangan menuju ke arah darmaga. Setelah sampai di bawah, sesuai dengan petunjuk yang terdapat di darmaga, si glebor diarahkan ke pintu keluar. Hanya beberapa kendaraan yang keluar darmaga, baik kendaraan roda dua atau roda empat. Dari darmaga juga sudah tersedia akses langsung menuju gerbang jalan tol. Jadi, bagi pembaca yang membawa kendaraan roda empat dan ingin mencoba jalan tol bisa langsung menuju ke sana.

Setelah keluar dari gerbang utama pelabuhan kita akan dipertemukan dengan persimpangan. Nah … di sinilah kita memilih jalan yang akan kita lalui. Apakah kita akan melewati Lintas Tengah atau Lintas Timur. Jika akan melewati Lintas Tengah maka akan jalan terus lurus mengikuti tanjakkan. Tapi, jika akan melewati Lintas Timur maka gambilah persimpangan ke kiri. Walaupun nanti saat di Kota Bumi bisa mengambil jalan menuju Palembang.

Sesuai dengan kesepakatan awal dengan co dryver, kami akan mengambil Lintas Tengah. Tidak ada petimbangan khusus mengapa mengambil Lintas Tengah. Hanya Lintas Tengah sudah lebih akrab bagi kami dalam perjalanan mengarungi Sumatera.

Dari Bakauheni kami menuju Kalianda. Jalanan cukup rame baik dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Kendaraan yang berasal dari penduduk lokal yang melakukan aktivitas sehari-hari. Jalanan yang lebar membuat ritme perjalanan teratur. Beberapa truk kami lewati begitu juga dengan bus yang berjalan tidak terlalu kencang. Di kiri kanan kita akan disuguhi beberapa lahan yang ditanami ubi kayu, ladang pohon pisang ataupun deretan bangunan yang berfungsi gudang dan lain sebaginya.Saat kami melintas beberapa ruas jalan sedang dilakukan perbaikan dan pelebaran. Tapi secara umum jalan cukup bagus.

Di sebuah POM bensin di daerah Kalianda kami berhenti untuk menikmati makan siang yang sudah disediakan oleh co dryver. Tidak lupa untuk mengisi tangki si glebor sehingga kembali dalam keadaan penuh.

Dari Kalianda menuju Bandar Lampung jalan yang kami lewati semakin ramai lancar. Dengan kecepatan 50-60 km per jam, perjalanan tidak terasa sulit. Mentari yang bersinar terasa menyegat, di jalan raya menuju Kota Bumi, kami menyempatkan diri untuk mampir di pedagang kelapa muda. Hijaunya yang menggoda untuk menikmati salah satu karunia Allah ini. Karena pengaruh cairan elektrolit dari kelapa muda badan terasa segar dan kantukpun hilang. Kembali bersemangat untuk terus melanjutkan perjalanan.

Tidak terasa azan maghrib bergema kamipun berhenti di sebuah mashollah uuntuk menunaikan sholat.

Sekitar 12 km sebelum memasuki kota Martapura kami memutuskan untuk istirahat di salah satu SPBU. Saat itu waktu sudah menunjuk pukul 20.30 WIB. Beberapa saat mencari tempat parkir yang nyaman. Kami  istirahat di selasar masjid, kelihatannya cukup tenang di sini dengan motor berada di sebelah. Salah satu yang membuat hati nyaman di SPBU ini petugasnya sangat ramah dan menerima tamu dengan tangan terbuka. Yang paling diingat di perbehentian ini adalah nasi goreng yang jadi santapan malam sangat enak. Perpaduan bumbu dengan nasi dan bahan-bahan lain ditambah dengan rasa cabenya yang puedesnya pass menjadi kenangan tersendiri. Malam yang kian beranjak, hujanpun mulai keluar, akhirnya kami oleh petugas SPBU diminta untuk masuk ke Musholla. Akhirnya di Musholla ini kami menghabiskan malam.

Mulai Bergerak Turun Dari Kapal
Lintas Kalianda Menuju Bandar Lampung

Bersambung episode 2

MENULIS PUISI

Membangun JIwa Menulis di kalangan siswa

Sudah belajar teori PUISI kan?  Sudah paham? Ada yang ingin ditanyakan?

Semoga sudah paham ya?

Pertemuan saat ini kita akan membahas menulis puisi ?

Menulis ?

Ya Menulis!

Insyaa Allah mudah kok! Tidak usah berpikiran saya tidak mampu, tapi berpikiranlah saya mampu dan ikhlas untuk mengerjakannya! Ok?

Setiap manusia itu bisa melakukannya, baik yang berbakat atau tidak berbakat, yang penting dia mau belajar dan melakukannya!

Bagaimana menulis puisi? Tentunya itu yang tengiang di pikiran kita ya?

Secara difinisi Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. (https://id.wikipedia.org/wiki/Menulis).

Jadi, menulis puisi adalah proses menuangkan gagasan yang dipikirkan dengan menggunakan kata-kata yang tepat dan baik serta sesuai ke tema yang diangkat.

Mebiasakan Mendiskusikan Hasil Karya

Bagaimana menuangkan perasaan tadi dalam bentuk kata-kata puitis?

  1. Sesuaikan dengan suasana atau perasaan atau hati.

Hati berpengaruh penting dalam menuangkannya. Hati tentunya berhubungan dengan perasaan. Perasaan bahagia, senang, gembira serta perasaan yang sedang tidak tentu atau galau bahasa anak muda sekarang. Bisa juga perasaan yang sedang sedih, haru, tragis melihat sesuatu. Kembangkan perasaan simpati dan empati yang dimiliki. Kalau itu sudah ada maka gampang untuk meneruskan dalam menuliskan apa yang terpikirkan.

2. Giring pemikiran ke gagasan awal yang sudah terbentuk.

Memetakan tema yang terasa dalam perasaan tadi disatukan dengan pemikiran. Misalnya kita sedang takjub dengan salah satu ciptaan Allah, kebetulan kita sedang bermain di alam, seperti pantai, yang membuat hati begitu bersyukur.

3. Membawakan suasana dalam pemikiran.

Kita sedang memikirkan apa tentang pantai? Amati air laut yang bergelombang, menggapai pantai di setiap waktu. Terus menerus tanpa lelah. Rasakan bagaimana gelombang yang silih berganti menuju pantai. Usaha yang tidak pernah putus. Nikmati suara gemuruh yang ditimbulkannya. Masukan perasaan dan pemikiran dalam gejala alam tersebut. Kalau terpetik kata-kata di pikiran, nah kata tersebut langsung ditulis atau dicatat.

Cari dan gunakan kata-kata kunci untuk mengungkannya. Perbanyak sinonim kata yang bisa kita kuasai untuk memperkaya isi puisi. 

4. Bawa semua perasaan untuk terlibat dengan tema yang diinginkan

Lihat dan amati seluruh apa yang sedang ada di hadapan kita terkait dengann gagasan puisi kita. Seluruh eleman yang terlibat di sekeliling manfaatkan. Panca indera difungsikan semuanya. Mulai dari penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pengecapan, serta perabaan sampai perasaan terdalam.

5. Konsentrasi pada gagasan awal

Jangan hilang dari fokus awal menulis. Untuk itu Libatkan daya khayalan untuk membawa konsentrasi pada gagasan yang kita ingin ungkapkan.  Dengan membawa semua fungsi indera tadi. Hilangkan setiap gangguan yang datang dan jangan pedulikan gangguan tersebut.


Berekpresi Bersma Teman-teman Menjadi Ide Tulisan
  • 6. Tuliskan semua yang terpikirkan.

Jika sudah mulai keluar pikiran-pikiran tertentu. Kata-kata yang mengungkapkan yang mewakili perasaan dan daya khayal maka ucapkan dan tuliskan. Dengan diucapkan tidak hanya pikiran yang mengenal tapi lidah dan pendegaran mengenali kata yang apa yang kita temukan dan ingin tuliskan. Tuliskan saja apa saja kata-kata yang kita dapatkan tersebut. Tidak usah dipikirkan kata-kata tersebut benar atau tidak. Yang penting diucapkan dan dituliskan. Nanti akan ada sesi mengedit tulisan tersebut. Tidak usah berpikiran nanti tulisan saya tidak bagus dan lain sebagainya. Buang pikiran-pikiran negatif jauh-jauh. Kalau apa yang kita tulis belum berjudul jangan diambil hati, judul akan muncul disaat terakhir-akhir proses penulisan ini. 

Contoh kata yang terpikirkan dan kemudian dituliskan.

Air laut tidak bosan-bosan ke arah pantai

Setiap waktu terus seperti itu

Apa yang engkau cari?

Apakah engkau takut kehilangan pantaimu?

Sehingga tiada lelah selalu engkau datangi

Gemuruhnya membuat mata hatiku bersuara

Mencari jawab diantaranya

Barangkali dari setiap air yang menuju ke pantai

Ada jawab yang terbawa

Rasamu yang asin mengenali lidahku

Karena percikkanmu mengenai mencari rasa

Agar engkau dikenali

Siapakah engkau?

Nah itu contohnya, selanjutnya apa?

7. Baca kembali tulisan yang kita buat untuk penilaian awal dan editing awal.

Jika merasa sudah cukup dengan apa yang ingin kita pikirkan dan dituliskan, maka mulailah untuk melakukan pengeditan.  Baca dan pahami secara detil apa yang kita tuliskan tersebut. Apakah tulisan kita sudah sesuai dengan pemikiran awal kita? Ketahui secara spesifik apa makna kata yang kita tulis. Ingat, bahwa puisi di tulis berdasarkan kata bukan kalimat. Jadi, kita bukan ingin membuat kalimat tapi kita menyusun kata demi kata untuk menghasilkan makna tertentu. Dalami energi apa yang kita bawa dalam kata yang ditempatkan tersebut. Jika merasa kurang cocok maka ubahlah sesuai dengan makna yang kita harapkan.

Melakukan penilaian dengan melihat penggunaan kata yang tepat atau tidak tepat. Sesuaikan dengan tulisan yang diangkat. Kata-kata penghubung yang tidak perlu dibuang. Buang Kata-kata yang keberadaannya tidak mengubah makna puisi.

Masukkan imagi atau citraan yang bisa memperkuat makna kata. Di bagian inilah perasaan dan daya khayal tadi berperan. 

Seperti contoh di atas;

Kata di baris kesatu di bait pertama, Air laut tidak bosan-bosan kea rah pantai. Bisa kita ubah dengan , Air laut berlari menggapai pantai. Coba rasakan beda citraan yang timbul, imagi yang menggambarkan sesuatu. Makna kata yang lebih kuat.

Kemudian baris kedua, Setiap waktu terus seperti itu, kita akan ubah misalnya menjadi , detik demi detik berlalu tak pernah lelah .

Baris ke tiga, Apa yang engkau cari?, kalau rangkaian kata-kata ini sudah cukup mewakili pemikiran kita abaikan, tidak usah dilakukan pengubahan. Begitu juga dengan baris keempat, Apakah engkau takut kehilangan pantaimu?. Bagaimana? Ada yang ingin diubah? Sudah cukup kali ya? Nah di  baris terakhir, adakah yang akan diubah? Sehingga tiada lelah selalu engkau datangi. Supaya kesannya lebih hidup, kita ubah menjadi, Tak kenal lelah selalu engkau jenguk

Begitu juga dengan bait kedua baris kesatu, lakukan analisa secara sabar dan detil. Gemuruhnya membuat mata hatiku bersuara, akan kita ubah menjadi. Gemuruhmu memancing hati melempar tanya. Lanjut ke baris kedua,  Mencari jawab diantaranya. Menemukan Jawaban . terus ke baris ketiga, Barangkali dari setiap air yang menuju ke pantai, menjadi Dari butir yang berlari membawa pesan. Di baris ke empat, kita coba maknai pesan apa yang ingin disampaikan. Ada jawab yang terbawa. Maknanya air membawa jawab dari pertanyaan sebelumnya. Kita coba ubah dengan, Jawab memecah seiring derai air leburkan diri.

Di bait ketiga, baris pertama, Rasamu yang asin mengenali lidahku. Di sini ada citraan pengecapan yang dialami penulis. Merasakan air laut yang asin. Rasamu asin mengenali lidah. Hilangkan kata “yang”, menghilangkannya tidak mengubah makna baris pertama. Kita juga menghilangkan sudut pandang yang digunakan yaitu “Ku” , yang terdapat di akhir baris tersebut. Di baris kedua, Karena percikkanmu mengenai mencari rasa, kia hilangkan kata “kerena” maka berubah menjadi “Percikkanmu mengenai mencari rasa”. Bagaimana di baris ketiga dan keempat? Agar engkau dikenali. Siapakah engkau?. Dua kalimat yang mengungkapkan keinginan air dan pertanyaan siapakah air laut? Kita akan tetap menggunakan dua kalimat tersebut, karena mewakili makna yang disampaikan dari bait sebelumnya. Di baris keempat kita hilangkan suku kata “kah”. Karena, pesan yang ingin kita sampaikan adalah pernyataan bukan pertanyaan. 

Nah bagaimana? Akhirnya setelah melalui pengubahan maka puisi tersebut akan seperti …

Mari kita lihat pengubahannya.

Menjadi Sumber Inspirasi

Contoh:

Air laut berlari menggapai pantai

Detik demi detik berlalu tak pernah lelah

Apa yang engkau cari?

Apakah engkau takut kehilangan pantaimu?

Gemuruhmu memancing hati melempar tanya

Menemukan Jawaban

Dari butir yang berlari membawa pesan

Jawab memecah seiring derai air leburkan diri.

Rasamu asin mengenali lidah

Percikkanmu mengenai mencari rasa

Agar engkau dikenali

Siapa engkau!

8. Lakukan editan lanjutan untuk membuat puisi menjadi lebih indah

Di langkah ini kita melakukan pengeditan ulang lagi untuk memastikan pesan kita bisa sampai atau tidak ke pembaca dengan menggunakan kata-kata yang tepat. Jika dirasa masih belum memuaskan maka lakukan editing lagi. Manfaatkan gaya bahasa yang tepat untuk menghasilkan efek tertentu dari puisi kita. Seperti pemanfaatan majas; Majas penegasan, majas perbandingan, majas sindiran, dan majas pertentangan.

9. Judul pada Karya.

Pada beberapa penulis ada yang terfokus pada menulis judul terlebih dahulu. Tapi pada beberapa orang, ada yang menulis karya terlebih dahulu baru kemudian memikirkan judul.

Judul perwakilan dari apa yang kita tulis. Judul tidak usah panjang, cukup singkat tapi padat, sehingga fungsinya tepat untuk mengutarakan maksud kIta.   

10. Dipublikasikan

Silakan dipublikasikan puisi yang telah dibuat. Dimana di publikasikan? Manfaatkan madding yang di sekolah. Manfaatkan mading tersebut untuk menyebarluaskan karangan. Buat komunitas yang ada kaitannya dengan tulis menulis, nah hasil karya bisa dipublikasi bersama komunitas tersebut. Bisa juga dengan memanfaatkan media sosial yang semakin banyak, ada facebook, instagram, atapun blog.

Bagaimana kalau karya kita dikritisi? Baguslah, itu media bagi kita untuk memperolah masukkan dari orang lain. Kita belajar dari kritikkan yang diberikan. Tidak usah tersinggung ataupun marah dengan kritik orang, jadikan kritik itu sebagai penopang yang membuat kita semakin kuat dan kokoh.

            Bagaimana? Sudah ok?

            Sudah siap untuk menghasilkan karya?

Mari memanfaatkan waktu untuk menghasilkan karya, apapun yang bisa kita hasilkan niatkan unutk beribadah padaNya.

Selamat belajar dan berkarya!

Kebersamaan sumber Inspirasi

BIOGRAFI

Hamka Tauladan Sejati

Secara etimologis, kata “Biografi” berasal dari bahasa Yunani, yakni “Bios” yang berarti hidup dan “Graphien” yang berarti tulisan.

Jadi biografi merupakan tulisan yang membahas tentang kehidupan seseorang.

Penulisan biografi hanya untuk tokoh-tokoh yang dianggap penting dan mempunyai pengaruh bagi kehidupan orang banyak. Biografi dapat berbentuk tulisan singkat dalam satu artikel pendek, tapi bisa juga dalam bentuk buku atau lebih dari satu buku. Biografi seseorang dalam bentuk artikel singkat biasanya menjelaskan mengenai fakta kehidupan seseorang secara singkat. Sementara biografi dalam bentuk buku berisi berbagai informasi dan fakta hidup seseorang yang dikisahkan secara mendetail serta ditulis dengan gaya bahasa yang menarik.

H. agus Salim Sang Legenda

Definisi Biografi

Biografi adalah teks yang menceritakan tokoh atau pelaku, peristiwa, serta permasalahan yang dihadapinya.

Biografi adalah kisah hidup seseorang atau tokoh yang ditulis oleh orang lain.

Walau demikian, bila riwayat hidup seseorang ditulis dirinya sendiri, maka hasilnya disebut autobiografi.

Biografi adalah suatu kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang bersumber pada subjek rekaan (non-fiction / kisah nyata).

Biografi lebih kompleks daripada sekadar daftar tangga lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang,tetapi juga menceritakan tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut yang menonjolkan perbedaan perwatakan termasuk pengalaman pribadi.

Biografi menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian dalam hidup seseorang. Lewat biografi, akan ditemukan hubungan, keterangan arti dari tindakan tertentu atau misteri yang melingkupi hidup seseorang, serta penjelasan mengenai tindakan dan perilaku hidupnya.

Biografi biasanya dapat bercerita tentang kehidupan seorang tokoh terkenal atau tidak terkenal, namun demikian, biografi tentang orang biasa akan menceritakan mengenai satu atau lebih tempat atau masa tertentu.

Biografi seringkali bercerita mengenai seorang tokoh sejarah, namun tak jarang juga tentang orang yang masih hidup. Banyak biografi ditulis secara kronologis. Beberapa periode waktu tersebut dapat dikelompokkan berdasar tema-tema utama tertentu (misalnya “masa-masa awal yang susah” atau “ambisi dan pencapaian”). Walau begitu, beberapa yang lain berfokus pada topik-topik atau pencapaian tertentu.

Tokoh Sederhana Pembimbing Ummat

Ciri-Ciri Biografi

Karakteristik atau ciri-ciri biografi diantaranya:

  • Biografi mempunyai struktur baku dalam pembuatannya yaitu orientasi, reorientasi, dan peristiwa.
  • Isi biografi dibuat berdasarkan fakta (faktual) sesuai pada kisah hidup tokoh yang diceritakan.
  • Gaya penulisan biografi dibuat dalam bentuk narasi sehingga lebih menarik dan enak untuk dibaca.
  • Ada kisah yang menarik dan menginspirasi dalam kehidupan tokoh biografi sehingga bisa mempengaruhi pembaca.
  • Biografi juga mengandung hal-hal yang bisa memotivasi seseorang sehingga mencontoh atau meneladani kehidupan tokoh dalam biografi itu.

Struktur Biografi

  • Orientasi

Orientasi adalah bagian dalam tulisan biografi yang berisi mengenai pengenalan tokoh atau gambaran awal tentang tokoh yang sedang diceritakan.

  • Peristiwa dan Masalah

Peristiwa dan Masalah Adalah bagian dalam tulisan biografi yang berisi tentang peristiwa yang pernah dialami oleh tokoh. Hal tersebut termasuk masalah yang dihadapi dalam upaya mencapai tujuan, dan pengalaman yang menginspirasi yang dialami oleh tokoh.

  • Reorientasi

Reorientasi adalah bagian penutup dari sebuah biografi serta sifatnya opsional saja. Pada bagian ini penulis memberikan pandangannya pada tokoh yang diceritakan di dalam biografi itu.

Jenis-Jenis Biografi

  1. Biografi Berdasarkan Izin Penulisan
    1. Authorized Biography

Authorized Biography adalah sebuah biografi yang penulisannya sudah mendapatkan izin atau sepengetahuan dari tokoh yang akan diceritakan kisah hidupnya.

  • Unauthorized Biography

Unauthorized Biography adalah sebuah biografi yang penulisannya tak atas izin dan sepengetahuan tokoh yang akan diceritakan kisah hidupnya. Biasanya penulisan unauthorized biography dilakukan karena tokoh yang akan diceritakan sudah wafat.

  • Biografi Berdasarkan Isinya
    • Biografi Perjalanan Hidup

Biografi Perjalanan Hidup adalah biografi yang isinya mengenai perjalanan hidup seorang tokoh secara lengkap atau mengambil beberapa bagian dari perjalanan hidup yang dianggap sangat berkesan .

  • Biografi Perjalanan Karir

Biografi Perjalanan Karir  adalah biografi yang isinya mengenai perjalanan karir seorang tokoh mulai dari awal hingga karir yang dilakukan saat ini. Atau bisa juga menceritakan perjalanan karir seorang tokoh dalam mencapai kesuksesan tertentu.

  • Biografi Berdasarkan Masalah yang Dibahas
    • Biografi Politik

Biografi Politik adalah biografi yang isinya megenai kisah hidup tokoh sebuah Negara dilihat dari sudut pandang politik. Walaupun lewat riset, biasanya biografi politik mengandung sarat akan kepentingan penulis atau tokoh yang diceritakan.

  • Biografi Intelektual

Biografi Intelektual adalah biografi yang isinya menjelaskan kisah hidup tokoh intelektual dilihat dari sudut pandang ilmiah. Biografi intelektual dibuat lewat berbagai riset dan penulisannya memakai bahasa ilmiah.

  • Berdasarkan jurnalistik

Berdasarkan jurnalistik adalah biografi yang penulisannya berasal dari hasil wawancara langsung dengan tokoh yang akan ditulis kisahnya.

  • Biografi Berdasarkan Penerbit
  • Buku sendiri

Buku sendiri adalah sebuah biografi tokoh yang dijadikan buku oleh penerbit dengan biaya produksi mulai dari penulisan, percetakan serta pemasaran ditanggung sendiri. Tujuan dari penulisan biografi tersebut ialah untuk dijual dipasaran atau mendapatkan perhatian publik.

  1. Buku subsidi

Buku subsidi adalah biografi tokoh yang biaya penulisannya dan produksinya ditanggung oleh sponsor. Kalau dilihat dari sisi komersil, biografi seperti tak akan laku atau harga jualnya terlalu tinggi sampai tidak terjangkau.

Pelaksanaan Penulisan Biografi

  • TAHAP I : Diadakan pertemuan dengan klien untuk membicarakan rencana penulisan. Klien akan diberi penjelasan lebih jauh tentang sistem penulisan biografi yang kami terapkan serta hal-hal lain yang perlu diketahui klien. Klien kemudian menetapkan bentuk dan jenis biografi yang diinginkan.
  • TAHAP II : Keinginan klien akan kami bawa dalam pertemuan dengan sesama anggota kreatifnet untuk didiskusikan dan direncanakan. Setelah itu kami akan menghubungi klien untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut. Bila semuanya oke, akan diadakan penandatanganan kontrak penulisan.
  • TAHAP III : Melakukan penyusunan terkait dengan pembicaraan pada klien.
  • TAHAP IV: Hasil penyusunan dalam bentuk naskah tertulis akan diserahkan kepada klien untuk dikoreksi. Lama pengoreksian oleh klien maksimal satu minggu. Setelah itu, naskah dikembalikan lagi kepada kami.
  • TAHAP V: Perbaikan serta pemrosesan akhir kami lakukan. Bila ada yang kurang jelas, klien akan kami hubungi lagi.
  • TAHAP VI: Tahap penulisan dianggap selesai. Hasil akhir berupa naskah jadi dalam bentuk print-out dan CD kami serahkan kepada klien. Untuk memperbanyak dalam bentuk buku atau CD akan diadakan pembicaraan lanjutan antara kami dan klien.Saat menulis biografi, seorang penulis berupaya menyajikan perjalanan kehidupan seorang tokoh. Biasanya, ungkapan ekspresi waktu yang bervariasi dapat menjadikan tulisan
Ekonom SangProklamator

DEBAT

Pengertian Debat

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Menurut G. Sukadi

Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

Menurut Hendri Guntur Tarigan

Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

Jadi, kalau disimpulkan maka, Debat adalah Salah satu bentuk komunikasi antara dua orang atau lebih dalam rangka memecahkan suatu masalah.

Unsur-Unsur Debat

Unsur-unsur yang terdapat dalam debat,

  1. Mosi

Mosi adalah hal atau topik yang sedang diperdebatkan yang mengandung hal-hal yang bersifat konvensional. Disini ada pihak pro dan kontra, mosi sangat penting di dalam debat.

  1. Tim Afirmatif

Tim Afirmatif/pro adalah tim yang setuju terhadap hal yang diperdebatkan (mosi)

  1. Tim negative

Tim Negatif atau Oposisi/kontra adalah tim yang tidak setuju atau menenta mosi yang diperdebatkan. Tim ini biasanya terdiri dari 3 orang.

  1. Tim Netral

Tim Netral adalah tim yang memberikan 2 sisi baik dukungan ataupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan.

  1. Moderator

Moderator adalah orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan. Tugasnya seperti membacakan tata tertib debat, memperkenalkan masing-masing pihak dan menyampaikan mosi yang dibicarakan.

  1. Penulis/ Sekretaris

Penulis adalah orang yang menulis kesimpulan dari suatu debat.

Tujuan Debat

  •  Debat mempunyai beberapa tujuan antara lain:
  •  Melatih mental atau keberanian mengemukakan pendapat dihadapan umum.
  •  Melatih mematahkan pendapat dari lawan debat.
  •  Meningkatkan kemampuan dalam merespon suatu masalah.
  •  Melatih untuk bersikap kritis terhadap semua materi yang diperdebatkan.
  •  Memantapkan pemahaman konsep dari materi yang dipedebatkan.

Ciri-Ciri Debat

 Adapun ciri-ciri debat adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai 2 sudut pandang yaitu afirmatif atau pihak yang menyetujui topik debat dan negatif atau pihak yang tidak menyetujui topik debat.
  •  Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.
  •  Adanya saling mengadu argumentasi untuk tujuan memperoleh kemenangan.
  • Hasil debat diperoleh melalui voting dan keputusan juri.
  • Terdapat sesi tanya jawab yang sifatnya terbatas dan bertujuan untu menjatuhkan pihak lawan.
  • Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang dilakukan oleh moderator.

Jenis-Jenis Debat

Berdasarkan bentuknya, metodenya dan maksud debat dibagi menjadi tiga macam yaitu:

  1. Debat Parlementer/Majelis (Assembly or Parlementary Debating)

Maksud dan tujuan debat jenis ini adalah untuk memberi atau menambahi dukungan bagi suatu undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin mengungkapkan pandangan dan pendapatnya berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis.

  1. Debat Pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)

Maksud dan tujuan dari perdebatan ini adalah mengajukan beberapa pertanyaan yang satu sama lain berkaitan, yang akan menyebabkan para individu yang diberikan pertanyaan menunjang posisi yang akan ditegakkan dan diperkokoh oleh si penanya.

  1. Debat Formal, Konvensional atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educatttional Debating)

Adalah jenis debat yang bertujuan memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengunkapkan kepada para pendengar beberapa argument yang menunjang atau membantah suatu usul. Setiap pihak diberikan waktu yang sama bagi pembicara-pembicara konstruktif dan bantahan.Debat kompetitif didalam pendidikan tidak seperti debat sebenarnya di parlemen, debat kompetitif bertujuan untuk menghasilkan keputusan yang lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan dikalangan para peserta debat, kemampuan disini seperti mengutarakan pendapat secara masuk akal, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan biasanya kemampuan bahasa asing (jika debat dilakukan dengan bahasa asing)

Tata Cara Debat

Tata cara debat yang bisa dilakukan di tengah masyarakat umum adalah;

  1. Pertanyaaan atau tantangan sebaiknya dikemukakan secara profesional, tidak menghina lawan, tidak merendahkan lawan, atau berkomentar yang menyerang pribadi tidak dapat diterima.
  2. Analisisi kritis, sintesis, keterampilan retorika (berbicara dan intelijensia (ability to percieve and understand) atau tidak terbata-bata.
  3. Fokus pada posisi pihak lawan atau argument lawan. Harus tahu kelemahan dan kelebihan lawan yang merupakan hal penting dalam strategi kesalahan logis dan gunakan secara efektif dalam menyangkal argumen pihak lawan.
  4. Batasan mengungkapkan argumen adalah tiga poin.
  5. Menggunakan logika dalam menyusun dan menyampaikan argumen atau pernyataan.
  6. Mengetahui kesalahan umum didalam berpikir seperti kesalahan logis dan menggunakan secara efektif dalam menyangkal argumen lawan.
  7. Menyajikan isi atau materi dengan akurat. Menggunakan selalu konton (data/fakta) yang berhubungan dan mendukung pandangan.
  8. Memastikan kesahihan semua bukti eksternal yang dihidangkan dalam argumen.
  9. Kesimpulan dalam debat merupakan kesimpulan final. Gunakan itu sebagai kesempatan untuk menyangkal atau memojokkan lawan.

Struktur Debat

Secara umum struktur debat yaitu;

  1. Pengenalan

Pada struktur ini setiap tim (baik tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral) memperkenalkan diri.

  1. Penyampaian Argumantasi

Pada penyampaian argumen ini, setiap tim menyampaikan argumentasi terhadap topik yang dimulai dari tim afirmasi, lalu tim oposisi dan diakhiri dengan tim netral.

  1. Debat

Pada debat, masing-masing tim mengomentari setiap argumentasi dari tim lainnya.

  1. Simpulan

Pada kesimpulan, setiap tim memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan topik yang sesuai dengan posisinya.

Demikian pembahasan kita saat ini semoga bisa dipahami dan bermanfaat. 

Diskusi di tim Afirmasi