Bagaimana Anak Muda?
Sebuah tanya yang identik dengan jawaban yang panjang dan komplit. Harus dijawab dengan segala macam bentuk argumen dan didukung oleh data yang akurat. Sudah siap untuk menjawabnya? Hai … Ya kamu (anak muda) yang sedang membaca tulisan ini.
Apa alasan kamu lagi? Masih mengatakan tugas numpuk, jadwal padat? Tidak fokus?
Beberapa waktu yang lalu, disebarkan jadwal yang yang detil tentang kegiatan di rumah. Kalian protes dengan setriliunan alasan. Nah … Sekarang ada yang menagih kalian untuk menunaikan sebuah pembiasaan yang konon katanya saat di sana sudah biasa.. Tapi sekarang tidak terlaksana! Ingat satu hal, kalian sudah di rumah masing-masing, bukan di sana! Kalau di rumah tentunya sudah lebih mampu mengelola penggunaan waktu. Tapi kenyataannya? Hanya ilusi saja! Jadi, yang bermasalah siapa? Silakan jawab di hati paling dalam.
Ada tantangan untuk menunaikan sebuah perintah Allah. Tantangan itu sebetulnya sangatlah sederhana kalau tidak mau dikatakan mudah. Apa tantangannya? Bangun malam dan lakukan qiyamul lail. Berapa banyaknya? Hanya delapan rakaat. Serta witir tiga rakaat. Kemudian paginya lakukan Dhuha delapan rakaat. Apakah itu berat? TIDAK. Kenapa bisa tidak terlaksana? Karena kalian tidak memiliki mental pejuang. Tidak memiliki semangat menjadi petarung. Tidak mau menjadi generasi yang spesial. Hanya mau menjadi generasi biasa-biasa saja.
Jadi, kalau kemaren kalian berdalih kegiatan yang padat. Waktu yang tidak ada, itu hanyalah alasan tidak mendasar. Masalah terbesar terletak di kemampuan diri mengelola waktu, mengelola keadaaan dan mengelola semangat perjuangan.
Itulah masalahnya.
Sekarang jadilah generasi yang mencoba mencari pemecahan masalah tersebut. Karena yang mampu memecahkan masalah tersebut ya diri sendiri.
Mengharapkan pertolongan dari orang lain? Orang lain hanya berada di luar diri kalian. Mereka hanya mampu memberikan sugesti, memberikan semangat. Kalau orang yang disugesti dan disemangati tidak mau berubah mau bagaimana lagi? Hanya satu peluang terbesar dari orang-orang yang berada di lingkungan kalian yaitu berdo’a. Berdoa ke sang pemilik jiwa. Berdoa ke sang pemilik waktu. Agar kalian diberikan kemampuan untuk menjadi generasi petarung dan generasi pejuang. Ummat menunggu kiprah kalian.
Tetap semangat semoga Allah membukakan pintu kebaikan dan inspirasi buat kalian untuk menjadi generasi yang betul betul mampu sebagi tumpuan bagi ummat.
Selamat berjuang Nak!
