PENTIGRAF

Gadis dan Bangunan Tua

Rintik air hujan menghujam tajam ke permukaan bumi. Sebuah payung yang tadi enak dalam genggaman langsung ku buka. Kini, titik air hujan yang seakan berlomba menuju bumi tertahan di lembaran payung. Di ujung sana, di sebuah bangunan tua yang tak terurus, terlihat bayangan seorang gadis berdiri. Tangannya bersidekap di dada, yang ditutupi dengan sehelai kerudung putih. Sejenak empat mata kami saling beradu, segera dia memalingkan wajahnya saat dia tahu aku pun menatapnya.

Derai air hujan yang turun kian deras. Segera ku berlari ke sisi bangunan lainnya, yang masih tersisa tempat untuk berteduh. Hembusan angin yang membawa air hujan menyerempet sampai mengenai bagian bawah tubuhku. Sejenak mata sempat memperhatikan bayangan gadis yang masih berdiri di tempat tadi. Ku anggukkan kepala sembari seulas senyuman ditawarkan padanya. Namun, dia hanya menatap tanpa ada reaksi apapun. Menggunakan baju seperti sebuah gamis berwarna putih, dibalut kerudung putih yang lebar menari-nari ditiup angin. Nampak air hujan masih menjilat-jilat pinggiran kerudungnya, tapi si gadis masih berdiri di tempat semula, sepertinya tidak berniat untuk sedikit beranjak ke tempat yang lebih teduh. Ku kulum saja rasa penasaran ini sendiri seiring dengan rintik hujan yang kian deras.

Tiba-tiba, air yang tadi tergenang di jalanan seperti diguyurkan ke tubuhku, saat sebuah mobil sedan melintas kencang. Gelagapan mencoba membersihkan wajah yang kecipratan air. Ada apakah dengan sopir mobil itu? Membawa mobil seperti orang kesurupan dan tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya, kata hatiku dengan menyempatkan mata melirik ke tempat si gadis tadi berdiri. Seiring dengan tatapan mata, cahaya kilat menyinari tempat itu. Tampak di sudut rumah itu hanya sebuah kain putih yang tergantung di dinding bagunan. Seketika jantungku berdegup kencang, tanpa memperhitungkan hujan yang kian deras, ku pacu langkah meninggalkan tempat itu. Dalam sekejab mata sudah berada di blok yang berjarak 100 meter. Hatiku bergumam, wow siapakah gadis tadi?

(@W)

Tinggalkan komentar